“Kalau sudah menjadi ase kae, berarti sudah menjadi bagian dari keluarga. Harapan kami hubungan yang sudah terjalin baik ini terus dijaga, saling menghargai dan saling mendukung antara masyarakat Gendang Wewo dengan PLN,” tambahnya.
Rangkaian Penti Weki Peso Beo dimulai dari rumah gendang dengan pembagian tugas oleh ketua adat kepada tiga penga untuk menjalankan ritual adat. Masing-masing kemudian melaksanakan barong wae, barong boa, dan barong lingko sebelum kembali ke rumah gendang untuk melanjutkan rangkaian ritual bersama masyarakat.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan kapu di natas, takung compang, tei loce, serta pande manuk di rumah gendang. Pada rangkaian tersebut, PLN sebagai ase kae turut mendapat bagian dalam prosesi wali urat dia bersama unsur keluarga dan masyarakat adat.
Kebersamaan berlanjut hingga malam melalui syukuran Penti Weki Peso Beo di rumah masing-masing ase kae, kemudian sanda bersama di rumah gendang hingga menjelang pagi.
Pada pagi hari, dilaksanakan prosesi kepok untuk menyambut anak wina dan ase kae, termasuk perwakilan PLN. Rangkaian adat kemudian dilanjutkan dengan tudak ela di rumah gendang dan kembali melibatkan anak wina serta PLN sebagai ase kae dalam prosesi wali urat dia. Seluruh rangkaian kemudian dilanjutkan dengan misa syukur bersama masyarakat di halaman Natas Wewo.
Fernando Andreas Hasibuan menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Gendang Wewo dan kesempatan yang diberikan kepada PLN untuk mengikuti rangkaian adat bersama masyarakat sebagai bagian dari ase kae.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











