Sambut 100 Mahasiswa KKN UNY, Bupati Blora Dorong Tinggalkan Karya Nyata yang Berdampak bagi Desa

Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai program strategis daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi desa sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Dalam suasana yang hangat, Bupati juga sempat menyoroti lokasi penempatan mahasiswa KKN yang dinilainya berada di desa-desa yang relatif dekat dengan pusat kota.

“Saya mau tanya, mengapa penempatan lokasi KKN-nya enak-enak, ya? Dekat kota semua ini. Padahal Kabupaten Blora punya 271 desa yang tersebar, bahkan masih ada desa-desa di tengah hutan. Kenapa ini? Request dari kampus atau adik-adik mahasiswa?” candanya yang disambut tawa para peserta.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi Kabupaten Blora adalah penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemerintah Kabupaten Blora terus berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, ia berharap mahasiswa KKN UNY dapat ikut mendukung berbagai program pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, Bupati memberikan tantangan kepada mahasiswa maupun pihak UNY agar pelaksanaan KKN tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial atau laporan akhir.

“Saya ingin ada minimal output, karya nyata, yang berdampak dan berkelanjutan untuk masyarakat. Bukan program atau karya yang berakhir saat adik-adik selesai KKN. Nanti sebelum penarikan, buat pameran hasil. Jangan hanya meninggalkan laporan kegiatan, tetapi tinggalkan pula jejak pengabdian yang dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel