Selain itu, umat menekankan pentingnya melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan Gereja serta membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Orang tua juga diharapkan mengajarkan kepada anak mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh sebagai bentuk pendidikan perlindungan diri sejak dini.
Sejumlah usulan lain yang mengemuka ialah perlunya kegiatan parenting skill bagi para orang tua berdasarkan ajaran Gereja Katolik. Parenting skill tersebut diharapkan membantu para orang tua memahami panggilan mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga, membangun pola asuh yang penuh kasih, menghargai martabat anak, serta mendidik anak dengan pendekatan iman, dialog, dan keteladanan hidup Kristiani.
Salah seorang ibu dalam diskusi tersebut juga mengusulkan agar seluruh warga bekerja sama mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari. Ia mengusulkan agar anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 19.00 Wita dan tidak dibiarkan berkeliaran malam hanya untuk berkumpul di kios atau tempat umum.
Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari umat yang hadir. Warga diharapkan saling bekerja sama dan saling mengingatkan demi kebaikan bersama. Jika ada keluarga atau warga yang menegur anak-anak yang masih berada di luar rumah pada malam hari, maka teguran itu hendaknya diterima sebagai bentuk kepedulian dan kasih terhadap anak-anak, bukan sebagai bentuk permusuhan.
Setelah sesi katekese selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa rosario bersama. Suasana doa berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan. Melalui doa rosario, umat berdevosi kepada Bunda Maria sekaligus mengenangkan kisah kelahiran, penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







