Dalam kesempatan tersebut, pihak Dinas Kesehatan melaporkan bahwa korban gigitan sudah mendapat penanganan awal dan vaksin anti-rabies (VAR), sementara tim peternakan sedang menelusuri keberadaan anjing yang menggigit.
Fabi Abu juga mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, serta melapor ke petugas kesehatan jika digigit anjing atau hewan liar.
“Rabies adalah penyakit mematikan, tapi bisa dicegah. Kuncinya ada pada kewaspadaan dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungi Rumah para Korban
Usai rapat koordinasi darurat selanjutnya, Wakil Bupati Manggarai, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Kesehatan, Plt. Kadis Kominfo, Camat Langke Rembog dan pejabat Kecamatan melakukan kunjungan langsung ke rumah tiga warga korban gigitan anjing yang diduga rabies.
Dalam kesempatan itu, Wabup Fabi memastikan bahwa seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan vaksin anti-rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan.
“Kami datang memastikan kondisi korban dalam keadaan stabil dan sudah mendapatkan vaksinasi. Penanganan awal berjalan baik, dan tim kesehatan terus memantau perkembangan mereka,” ujar Wabup Fabi di sela kunjungannya ke rumah korban pertama yang masih pelajar tingkat SD.
Dalam kunjungan itu, Wabup Fabi juga berpesan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan peliharaan maupun anjing liar.
“Pemerintah sudah bergerak cepat. Namun kesadaran masyarakat juga penting — pastikan anjing peliharaan divaksin dan jangan biarkan hewan liar berkeliaran bebas,” tambahnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











