Labuan Bajo, infopertama.com – Kasus penganiayaan yang melibatkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat (Mabar) AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si yang aniaya salah satu anggota polisi dengan inisial (R) mendapat perhatian Kapolda NTT, Brigjen Drs. Jhoni Asadoma, M. Hum.
Kapolda NTT Brigjen Drs. Jhoni Asadoma, M. Hum kepada awak media mengatakan permasalahan di Labuan Bajo itu, sifatnya salah paham antara pimpinan dan anggota.
“Itu cuma salah paham saja, antara pimpinan dengan bawahan,” katanya.
Selaku pimpinan, Kata Kapolda NTT akan mengecek peristiwa yang sebenarnya. Namun Ia berharap permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya berharap masalah ini tidak dibesar-besarkan, ini adalah urusan internal antara pimpinan dan bawahan Polri. Kita tahu bersama dalam waktu dekat akan ada event internasional Asean Summit di Labuan Bajo, sehingga Polri harus siap dan solid dalam melaksanakan kegiatan tersebut,” tutup Jendral bintang dua itu.
Pemberitaan sebelumnya, anggota Polres Manggarai Barat, Samsul Risal mengalami bibir pecah, kepala pusing dan harus menjalani perawatan di RS Siloam, Labuan Bajo karena dianiaya atasannya, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si.
Kepada media, korban Bripka Samsul Risal mengaku tidak tahu menahu alasan hingga membuat Kapolres Mabar itu aniaya anggota.
“Beliau datang tiba-tiba langsung tampar saya tanpa ada tanya. Kami itu dibilang hanya duduk saja. Kami pun tidak tahu menahu apa itu permasalahannya,” tutur Samsul Rizal.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






