Cepat, Lugas dan Berimbang
https://funny-tooth.com/dFm.F/zmdsGsNbvYZeGvUA/yermT9vuDZdUWl/kiPmTlcgwNMTzwM_1WMFTPc/thNBzXAyz/Mvz/UWyXMDQk

Renungan Katolik, Miskin, Selibat dan Taat dalam Mengikuti Yesus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Hidup Miskin itu berarti kita menempatkan YESUS sebagai harta di dalam hidup kita. Sebab dimana hartamu berada di situ hatimu berada. Kita hidup hendaknya berusaha untuk mengumpulkan harta surgawi agar hati kita selalu tertambat pada BAPA SURGAWI yang selalu menyediakan apa yang kita butuhkan.
Hidup selibat adalah hidup yang pinggangnya selalu terikat dan pelita hidupnya selalu menyala. Di sinilah letaknya dimensi kontemplatif dari penghayatan hidup selibat. Hidup berkeluarga maupun hidup membiara/ selibat, dimensi kontemplatif ini harus tetap ada di mana kita tetap menjalin relasi yang intim dengan ALLAH dalam dan melalui doa. Tanpa doa kita akan kehilangan pegangan dan orientasi hidup. Tanpa doa kita tidak akan pernah bis bersatu dengan ALLAH sepenuh hati. karena itu , agar pinggang tetap terikat dan lampu pelita tetap menyala, maka kita harus tetap menjalin relasi dengan ALLAH dalam doa; merenungkan Sabda ALLAH dan mencintai serta merayakan Perayaan Ekaristi setiap hari.

Hidup taat atau hidup setia adalah hidup yang menyerahkan seluruh hidupnya pada kehendak ALLAH, bekerja bukan dilihat manusia tetapi demi kemuliaan ALLAH.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Marilah kita meletakan seluruh pengharapan kita kepada KASIH PENYERTAAN ALLAH agar kita mampu hidup dalam semangat kemiskinan, ketaatan dan kemurnian/ selibat baik sebagai kaum terbaptis maupun tertahbis agar kita sungguh mengalami KEBAHAGIAAN di dalam hidup kita.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN