Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegangnya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.
Bersama Yesus, Mari Kita Miliki Tatapan dan Tangan Yang Berbelas Kasih
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
SATU hal yang perlu kita ingat adalah bukan kita yang memegang tangan YESUS tetapi YESUS lah yang memegang tangan kita. Itu artinya adalah kita membiarkan tangan kita dipegang oleh YESUS. Kita membiarkan seluruh hidup kita berada di dalam kasih dan penyelenggaraanNya.
Selain itu, kita memercayakan seluruh hidup kita—sehat-sakit, duka-suka, tawa-tangis—hanya kepada BELAS KASIH ALLAH yang sungguh nyata dalam diri YESUS KRISTUS. YESUS senantiasa memandang kita dengan tatapan belas kasih, tatapan penuh kerahiman agar kita sungguh merasakan cinta dan belas kasih ALLAH di dalam hidup kita meski kita berdosa. Sebab, kita adalah pendosa yang dikasihi oleh YESUS agar kita berani meninggalkan dosa-dosa kita.
Bacaan injil pada hari ini, mengisahkan tentang YESUS yang menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan. Kisah dari sebuah tatapan belas kasih YESUS kepada perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan.
YESUS tahu ada yang rindu belas kasih ALLAH. Rindu sembuh. Rindu dijamah. Akhirnya, kerinduan ini mendatangkan kesembuhan [sebab dia sudah 12 tahun bertahan dan setia dengan penderitaan ini]. Setiba di rumah kepala ibadat, tangan kasih mengalirkan rahmat kesembuhan. YESUS menggenggam tangannya maka jadilah SEMBUH.
Dari kisah ini, kita belajar dua hal:
memiliki tatapan yang menyembuhkan bagi sesama. Tanpa tatapan prasangka, curiga dan mengamat-amati/ mencurigakan. Kita harus bisa miliki tatapan penuh cinta dan belas kasih. Agar setiap orang yang melihat dan memandang kita, memperoleh sukacita dan kesembuhan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







