Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hari ini, Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Yang kita rayakan tiap-tiap hari Jumat, 19 hari setelah Pentakosta atau 68 hari setelah Paskah. Hati adalah pusat hidup manusia. Dari dalam hati akan memancar kehidupan. Hati yang selalu terarah kepada Allah akan selalu memikirkanNya dan berusaha untuk selalu mencintaiNya dengan kata dan perbuatan. Hati yang terarah kepada Allah akan selalu tenang berada dalam pelukan kasih Allah. Sebab Hati akan mengarahkan kita kepada Cinta Kasih, Keakraban, Keramahtamahan dan Keterbukaan pada orang lain, menerima orang lain apa adanya. Allah telah meletakkan cintaNya di dalam hati kita sehingga dari dalam hati kita selalu ada rasa rindu untuk mengarahkan hati kita kepadaNya.
Persisi, demikianlah yang ingin Nabi Yesaya lukiskan dalam bacaan pertama bahwa orang yang mengarahkan hatinya kepada Allah adalah seperti domba yang berbaring dengan tenang dekat gembala dan tidak akan mengalami kekurangan sedikit pun. Hati akan membatu bila kita jauh dari hati Allah. Hati akan menjadi kering dan kehilangan rasa cinta bila kita tinggal jauh dari Allah. Sedangkan dalam bacaan kedua, Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa orang yang selalu mengarahkan hatinya kepada Allah maka Allah akan mencurahkan dan melimpahkan kasihnya kepadanya. Dia akan hidup dalam kelimpahan dan kemegahan KASIH ALLAH.


Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Orang yang hidup dalam kelimpahan kasih Allah adalah orang yang telah membuka diri dan hatinya bagi ALLAh dengan membiarkan ALLAH menemukannya. Dan, membawanya pulang kembali ke dalam satu kawanan. Jika Kasih Allah sudah menyentuh Hati kita maka ada sebuah keinginan untuk berbalik dari cara hidup yang lama dan betobat! Perumpamaan tentang domba yang hilang dalam bacaan injil pada Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus pada hari ini, menegaskan kepada kita bahwa ALLAH selalu memiliki kerinduan terdalam agar kita berada dalam pelukanNYA. Mengalami kasihNYA yang berlimpah dan berani meninggalkan dosa dan segala kecenderungannya agar hati kita selalu terarah kepada ALLAH. Saat hati kita telah diisi dengan dosa dan kejahatan maka kita kan menghasilkan buah kejahatan [iri hati, cemburu, dendam, sombong, curiga, suka mempersalahkan orang lain, amarah].
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












