Religi  

Renungan Katolik, Jangan Menjadi Penghalang Kasih Karunia Allah!

Ketika manusia diciptakan menurut gambar Allah (Sir 17:3), manusia sudah memiliki benih kerinduan untuk selalu rindu dekat dengan Allah. MANUSIA TELAH DIBERINYA HATI UNTUK BERPIKIR (Sir 17:6) dan ALLAH TELAH MENANAMKAN MATANYA SENDIRI DI DALAM HATI MANUSIA (Sir 17:8). Hati manusia pun tidak hanya untuk merasa, tetapi untuk berpikir akan kasih dan kebaikan Allah. Dan, hati manusia untuk melihat kasih karunia Allah yang hadir nyata dalam diri orang-orang kecil di sekitar kita.

Ketika hati telah menjadi buta dan tumpul, kita akan menjadi penghalang ulung bagi sesama yang ingin bertemu dan dekat dengan Yesus. HATI kita harus dibersihkan dari sikap iri hati dan cemburu agar kita mampu membawa semakin banyak orang untuk bertemu dengan Yesus.

YESUS tidak akan memeluk kita, meletakan tangan ke atas kita dan memberkati kita (bdk. Mrk 10:16) bila hati kita masih jauh dari DIA, bila kita menjadi penghalang bagi sesama untuk merasakan dan mengalami kasih karuniaNya dalam hidup setiap hati.

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing, lihat isi hati kita, apa isi hati kita? adakah kita menemukan Allah yang bersemayam di dalamnya? Ataukah sebaliknya? Yesus menyambut gembira anak-anak yang datang kepadaNya, karena di dalam hati mereka hanya ada ALLAH.

Mereka melihat sesama mereka dengan hati mereka, mata Allah. Kita perlu memiliki hati yang seperti ini lagi saat ini. Kita perlu membongkar hati kita yang selama ini penuh dengan iri hati, cemburu, sombong, dendam dan kebencian. Mari kita miliki hati seorang anak kecil agar kita menjadi penghubung karunia Allah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel