Religi  

Renungan Katolik, Jangan Menjadi Penghalang Kasih Karunia Allah!

Tatapan Kasih

Hari Biasa, Pekan Biasa VII
Mrk 90:13-16
[Thn. VI-SS/57/2/2022]

Marilah kita berdoa:
Allah Bapa Mahabaik, terima kasih karena Engkau memperkenankan aku untuk menghirup udara kasihMU di hari yang baru ini. Hembusilah aku dengan Roh Cinta dan Pengampunan agar mampu untuk mengasihi dan mengampuni mereka yang telah memusuhi dan menearuh rasa benci kepadaku. Semoga embun kasihMu juga, Engkau teteskan kepada mereka yang sampai saat ini masih menaruh dendam dan rasa benci kepadaku, agar mekarlah KasihMu dalam hati kami semua. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka. Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu, “Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.

Jangan Menjadi Penghalang Kasih Karunia Allah!

KASIH MENJADIKAN KITA SERUPA MENCIPTAKAN KESETARAAN, MEROBOHKAN TEMBOK DAN MENGHILANGKAN JARAK. Paus Fransiskus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih

Adalah sebuah sukacita yang besar meliputi hidup kita bila kita melihat semakin banyak orang datang dan tinggal di dalam Yesus karena Kasih Karunia Allah menjangkau semua orang tanpa batas, tanpa melihat usia dan latar belakang.

Ketika manusia diciptakan menurut gambar Allah (Sir 17:3), manusia sudah memiliki benih kerinduan untuk selalu rindu dekat dengan Allah. MANUSIA TELAH DIBERINYA HATI UNTUK BERPIKIR (Sir 17:6) dan ALLAH TELAH MENANAMKAN MATANYA SENDIRI DI DALAM HATI MANUSIA (Sir 17:8). Hati manusia pun tidak hanya untuk merasa, tetapi untuk berpikir akan kasih dan kebaikan Allah. Dan, hati manusia untuk melihat kasih karunia Allah yang hadir nyata dalam diri orang-orang kecil di sekitar kita.

Ketika hati telah menjadi buta dan tumpul, kita akan menjadi penghalang ulung bagi sesama yang ingin bertemu dan dekat dengan Yesus. HATI kita harus dibersihkan dari sikap iri hati dan cemburu agar kita mampu membawa semakin banyak orang untuk bertemu dengan Yesus.

YESUS tidak akan memeluk kita, meletakan tangan ke atas kita dan memberkati kita (bdk. Mrk 10:16) bila hati kita masih jauh dari DIA, bila kita menjadi penghalang bagi sesama untuk merasakan dan mengalami kasih karuniaNya dalam hidup setiap hati.

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing, lihat isi hati kita, apa isi hati kita? adakah kita menemukan Allah yang bersemayam di dalamnya? Ataukah sebaliknya? Yesus menyambut gembira anak-anak yang datang kepadaNya, karena di dalam hati mereka hanya ada ALLAH.

Mereka melihat sesama mereka dengan hati mereka, mata Allah. Kita perlu memiliki hati yang seperti ini lagi saat ini. Kita perlu membongkar hati kita yang selama ini penuh dengan iri hati, cemburu, sombong, dendam dan kebencian. Mari kita miliki hati seorang anak kecil agar kita menjadi penghubung karunia Allah.

Dio ti Benedica

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV