Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!”
Dipanggil Untuk Bertobat
“ALLAH tak pernah lelah dan bosan untuk mengampuni. Justru, kitalah yang terkadang lupa untuk memohon ampun. Yakinlah, ALLAH lebih besar ketimbang dosa-dosa kita” Paus Fransiskus
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Panggilan untuk bertobat adalah panggilan kita saat ini, di hari Minggu Prapaskah III. Panggilan ini adalah panggilan kepada KEHIDUPAN supaya tidak tinggal dalam kebinasaan.
Mengapa pertobatan itu menjadi catatan penting di hari Mingu Prapskah III ini? Karena:
Berkat pertobatan, kita dipenuhi dengan cinta kasih Allah, belas kasih dan pengampunanNya.
Berkat pertobatan kita mengubah hidup, mengubah sikap dan tingkah laku terhadap Allah dan sesama.
BERTOBAT berarti kita mulai menyambut dan menerima YESUS sebagai pusat seluruh hidup kita. Kita kembali kepada KASIH ALLAH.
Bacaan-bacaan suci pada hari ini, mengajak dan mendorong kita untuk bertobat, sebab itulah sesungguhnya yang ingin kita capai selama masa retret agung ini. Jika selama masa ini kita tidak bertobat, maka kita akan binasa, dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Panggilan Musa dalam Keluaran (Kel 3:1-8a, 13-15) untuk membebaskan orang Israel dari segala perbudakan, untuk mematahkan kebiasaan-kebiasaan lama dan ketidakpedulian yang telah terjadi kepada sebuah kehidupan yang baru, yang penuh dengan sukacita.
Dalam Bacaan Injil, Lukas dua kali dengan tegas mengatakan bahwa jikalau kamu tidak bertobat, kaum akan binasa! (Luk 13: 3,5) Penegasan ini hendak menggarisbawahi bahwa pertobatan menjadi kunci utama agar dapat memperoleh sukacita abadi. Untuk sebuah pertobatan, KERAHIMAN ALLAH selalu terbuka (bdk. Luk 13:9). Kerahiman Allah akan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk datang kepadaNya dan bertobat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






