Religi  

Renungan Katolik, Dipanggil Untuk Bertobat

Hari Minggu Pra Paskah III
Kel 3:1-8a, 13-15 1 Kor 10:1-6, 10-12 & Luk 13:1-9
[Thn. VI-SS/79/3/2022]

Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa: Allah Bapa Mahabaik, Engkau telah menunjukkan kepada kami jalan hidup yangbenar supaya kami tidak tersesat. Semoga selama masa tobat ini, kami sungguh-sungguh mengarahkan diri untuk selalu berada di jalan PuteraMu yaitu jalan keadilan, kejujuran, kedamaian dan cinta kasih. Sebab Dialah Tuhan, Pengatara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus dengan darahnya dicampurkan dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Sangkamu orang-orang Galilea itu lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib demikian? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan-belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian.”

Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini, “Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, ‘Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini! Untuk apa pohon ini hidup di tanah ini dengan percuma!’ Pengurus kebun itu menjawab, “Tuan, biarkanlah dia tumbuh setahun ini lagi.

Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!”

Dipanggil Untuk Bertobat

“ALLAH tak pernah lelah dan bosan untuk mengampuni. Justru, kitalah yang terkadang lupa untuk memohon ampun. Yakinlah, ALLAH lebih besar ketimbang dosa-dosa kita” Paus Fransiskus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Panggilan untuk bertobat adalah panggilan kita saat ini, di hari Minggu Prapaskah III. Panggilan ini adalah panggilan kepada KEHIDUPAN supaya tidak tinggal dalam kebinasaan.

Mengapa pertobatan itu menjadi catatan penting di hari Mingu Prapskah III ini? Karena:
Berkat pertobatan, kita dipenuhi dengan cinta kasih Allah, belas kasih dan pengampunanNya.
Berkat pertobatan kita mengubah hidup, mengubah sikap dan tingkah laku terhadap Allah dan sesama.
BERTOBAT berarti kita mulai menyambut dan menerima YESUS sebagai pusat seluruh hidup kita. Kita kembali kepada KASIH ALLAH.

Bacaan-bacaan suci pada hari ini, mengajak dan mendorong kita untuk bertobat, sebab itulah sesungguhnya yang ingin kita capai selama masa retret agung ini. Jika selama masa ini kita tidak bertobat, maka kita akan binasa, dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

Panggilan Musa dalam Keluaran (Kel 3:1-8a, 13-15) untuk membebaskan orang Israel dari segala perbudakan, untuk mematahkan kebiasaan-kebiasaan lama dan ketidakpedulian yang telah terjadi kepada sebuah kehidupan yang baru, yang penuh dengan sukacita.

Dalam Bacaan Injil, Lukas dua kali dengan tegas mengatakan bahwa jikalau kamu tidak bertobat, kaum akan binasa! (Luk 13: 3,5) Penegasan ini hendak menggarisbawahi bahwa pertobatan menjadi kunci utama agar dapat memperoleh sukacita abadi. Untuk sebuah pertobatan, KERAHIMAN ALLAH selalu terbuka (bdk. Luk 13:9). Kerahiman Allah akan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk datang kepadaNya dan bertobat.

Jatah kita adalah bertobat. Kita tidak punya jatah untuk menakar dosa orang lain. lalu menghakimi sesama. Kita semua dipanggil untuk menakar dosa diri sendiri, setelah menyadari betapa banyaknya dosa yang telah kita lakukan, kemudian datanglah kepada kerahiman Allah memohon pengampunan dan belas kasihanNya.

Bertobat

Marilah kita membawa keluarga dan anggota komunitas kita untuk tenggelam dalam kasih Allah agar dapat membawa kepada pertobatan dan rekomsliasi. Jangan pernah lupa untuk datang kepada Yesus memohon rahmat pertobatan. Dia benci dosa tapi mencintai pendosa. Karena itu, jangan pernah takut untuk datang kepada Yesus. Setan paling tidak senang bila ada dari antara kita pergi mengakui dosa dan tinggal dalam rahmatNya. Lebih baik setan tidak senang daripada kita harus kehilangan sukacita Kristus.

Ya ALLAH, kami bersyukur atas anugerah yang telah kami terima hari ini. Kobarkanlah semangat di dalam hati kami agar kami semakin mencintai terang daripada kegelapan, memilih hidup bagiMu dan mati terhadap keinginan diri kami sendiri agar kami semakin memahami jalan cinta kasih. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, Amin.

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
Semua Karena Kasih Karunia Allah!
=1 Kor 15:10=

Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV