Menurut Saverinus, pelaksanaanya dengan metode swakelola dan semua pekerja atau tukang melibatkan masyarakat setempat. Jadi hampir rampungnya pekerjaan, tidak lepas dari peran aktif Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta keseriusan para tukang.
“Kami melihat hampir rampung, karena sudah berada pada tahap pekerjaan akhir. Tentu ini semua berkat peran penting P2SP yang aktif melakukan pengawasan serta keseriusan para tukang yang terus mengebut pekerjaan,” ungkapnya.
Saverinus menambah, awalnya tim dari Dinas PUPR Provinsi NTT melakukan survey bangunan di SDK Kumba I. Hasil survey disampaikan bahwa 13 ruangan akan diintervensi. Namun karena ada efisiensi anggaran, maka tahun ini hanya tiga ruang kelas dan tiga unit toilet yang direvitalisasi.


“Kami sangat berharap, tahun depan pemerintah lanjut mengalokasi anggaran untuk intervensi ruangan kelas yang sudah usang. Termasuk ruangan para guru dan UKS. Lalu selama proyek revitalisasi ini, kendala kadang hanya cuaca hujan,” tutupnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












