Bedah buku tersebut mengikutkan Ketua-utusan-peninjau cabang-cabang Tamansiswa se-Indonesia dalam momentum Kongres XXII Persatuan Tamansiswa, 25-28 Oktober 2022.
Implementasikan dengan Realitas Kekinian
Sementara itu, Octo Lampito, dalam giat bedah buku itu lebih banyak mengupas Sistem Among terkait dengan media. Sistem among harus diiplementasikan dengan realitas kekinian, terutama generasi milenial. Ki Hadjar Dewantara sendiri dengan konsep Sifat, Bentuk, Irama dan Isi (SBII) mengajarkan pentingnya generasi mengikuti dinamika zamannya.
Untuk itu, perlu mengaktualisasikan Sistem Among agar implementatif sesuai tuntutan zamannya secara mandiri dan berjiwa merdeka.
Pada akhir bedah buku, Bambang Widodo berbicara dan mengingatkan, Sistem Among Ki Hadjar Dewantara sudah dikenal luas menjadi tantangan tersendiri bagi Tamansiswa untuk terus kembali, menggali agar menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.
“Tamanswa jangan terbawa arus, Sistem Among bisa menjadi sumber nilai-nilai dan keteladanan.” tandasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan