Kunjungan ini dilakukan agar setiap stakholder yang berkunjung ke infrastruktur yang dikelola PLN Indonesia Power (IP) Service ini dapat memperoleh wawasan dan gambaran mengenai pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang juga akan diterapkan di Kabupaten Lembata melalui PLTP Atadei.
Pj Bupati Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, mengungkapkan melalui studi tersebut pihaknya mendapat referensi penting sehubungan dengan pembangunan dan operasional PLTP yang ke depannya dapat menjadi rujukan, terutama dalam sosialisasi ke masyarakat sekitar kawasan.
“Kami datang berkunjung ke sini melihat secara langsung. Jadi harus matang rencana itu, dengan perencanaan pengelolaan aspek lingkungan sosial, ekonomi, dan lainnya untuk menambah pengetahuan. Sehingga, pada hari ini kami sudah mendapat penjelasan semua itu,” ucapnya.
Segala upaya ini dilakukan guna merangkul dan melibatkan stakeholder secara aktif dalam proyek strategis nasional (PSN) yang telah tertuang dalam RUPTL 2021-2030 sesuai arahan pemerintah dalam misi mencapai net-zero emission (NZE).
Saat ini, PLTP Atadei tengah memasuki tahapan ekspose pelaksanaan pengadaan tanah yang mencakup empat lokasi rencana pembangunan PLTP Atadei, yakni wellpad AT-1, wellpad AT-2, Akses Jalan Desa Atakore, dan Akses Jalan Desa Nubahaeraka.
Proses inventarisasi akan dilakukan dengan verifikasi terlebih dahulu bersama BPN setempat dengan tetap memperhatikan tanah ulayat, tanah sengketa, maupun terhadap tanah yang sudah ada peralihan.
PLTP Atadei, kata GM Abdul Nahwan, akan menjadi pemasok energi bersih yang berfungsi mengelola energi panas bumi menjadi listrik yang didistribusikan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan