Ruang Kompetisi UMKM
Gubernur menjelaskan bahwa semangat yang sama kini diterapkan dalam pengembangan UMKM melalui NTT Mart. Ia mengakui bahwa produk-produk UMKM di NTT masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kemasan, kualitas, hingga standar harga.
“Produk UMKM kita masih punya banyak kelemahan. Tetapi kita tidak bisa menunggu semuanya sempurna. Kita harus mulai. Sama seperti perjalanan Pak Bupati, ini adalah proses yang harus dijalani,” katanya.
Menurutnya, NTT Mart menjadi ruang awal bagi UMKM untuk belajar berkompetisi secara sehat dan profesional di pasar yang lebih terstruktur.
Hingga saat ini, jaringan NTT Mart telah berkembang di berbagai kabupaten/kota di NTT. Kehadiran NTT Mart di Manggarai dinilai sebagai langkah penting dalam memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM.
Demokrasi Ekonomi Sebagai Fondasi
Lebih jauh, Gubernur Melki Laka Lena mengaitkan program NTT Mart dengan cita-cita besar bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Ia menyebut bahwa Republik Indonesia berdiri di atas dua pilar utama, yakni demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.
“Demokrasi politik kita sudah berjalan sampai ke tingkat desa. Tetapi demokrasi ekonomi juga harus kita bangun agar rakyat benar-benar sejahtera,” tegasnya.
Ia menilai bahwa selama ini masih banyak sumber daya lokal di NTT yang belum diolah secara optimal dan belum memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Demokrasi ekonomi berarti memberi ruang bagi sebanyak mungkin orang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi dan menikmati hasilnya,” ujarnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







