Refleksi dari Perjalanan
Perjalanan menuju Todo pagi itu akhirnya bukan sekadar perjalanan menuju sebuah kegiatan sosial.
Perjalanan itu menjadi ruang refleksi tentang kampung yang berubah, sawah yang perlahan menyempit, mama-mama tua yang tetap bertahan mencari nafkah, serta hubungan manusia dengan alam yang perlahan bergeser dari waktu ke waktu.
Saya menyadari bahwa perubahan memang tidak mungkin dihentikan. Jalan akan terus dibangun, toko-toko akan terus bertambah, dan sawah perlahan mungkin semakin sempit.
Namun di tengah semua perubahan itu, manusia seharusnya tidak kehilangan nurani.
Sebab kampung bukan hanya deretan bangunan baru atau angka pertumbuhan ekonomi. Kampung juga adalah mama-mama tua yang menjual bensin di pinggir jalan agar dapur tetap menyala, petani yang masih mempertahankan sawahnya, dan kenangan tentang kerbau yang dulu berjalan pelan di lumpur sambil diiringi lagu-lagu nenggo.
Dan mungkin suatu hari nanti, ketika orong tidak lagi terbang di atas petak sawah yang tersisa, kita baru benar-benar sadar bahwa yang hilang bukan hanya pemandangan masa kecil, melainkan juga sebagian hubungan manusia dengan alam dan sesamanya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







