Melalui program Zero Dosis ini, diharapkan semua anak bisa mendapatkan imunisasi lengkap dan datanya terinput dalam aplikasi ASYIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu).
Gabriel menekankan, tujuan utama imunisasi adalah memastikan setiap individu terlindungi dari potensi wabah seperti difteri atau pertusis. Ia juga berharap 25 Puskesmas di Manggarai terus mengoptimalkan layanan imunisasi, karena angka sasaran tersebar di seluruh wilayah, tidak hanya di wilayah kerja Puskesmas La’o.
Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara lintas sektor dan lintas program (LSLP) dengan melibatkan orang tua, pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta kader-kader kesehatan.
Kegiatan ini tak hanya menyasar anak balita, tetapi juga orang dewasa hingga lansia. Gabriel menyebut, layanan yang diberikan mencakup pemberian antigen atau vaksin, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan, hingga pemberian obat-obatan bagi lansia sesuai kebutuhan medis.
Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Manggarai, Ny. Apolonia Ijuk Abu, menjelaskan bahwa launching program PERISAI kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya diluncurkan di tingkat provinsi oleh Ketua TP-PKK NTT. Ia mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat dalam kegiatan tersebut dan menilai momentum ini sebagai sinyal positif untuk keberlanjutan program, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor agar berjalan optimal.
Menurutnya, PERISAI adalah langkah strategis dan komprehensif untuk memastikan seluruh anak di Manggarai terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Pemilihan Puskesmas La’o sebagai lokasi peluncuran menunjukkan komitmen untuk mendekatkan layanan ke masyarakat. Ia berharap program ini terus berlanjut hingga target Manggarai Zero Imunisasi tercapai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






