Lea Samasing bercerita, sejak Agustus 2023, sejumlah kelompok tani perempuan bersama PT PLN (Persero) UIP Nusra berkolaborasi dalam berinovasi mengoptimalkan manfaat yang bisa diperoleh lewat budidaya hortikultura.
“Terus terang kami sangat ragu awalnya, karena lahan kosong kami seluas 10.000 m2 akan dijadikan tempat budidaya sayur-sayuran. Tapi kami yakin di mana ada impian pasti Tuhan beri jalan,” ungkap Lea Samasing.
Sejak saat itu, seluruh kelompok tani bekerja sama dalam melewati segala proses yang diperlukan, mulai dari pembersihan lahan, pembuatan bedeng, semai benih, bangun jaringan air, pemasangan mulsa, sampai penanaman bibit.
Pendampingan PT PLN (Persero) UIP Nusra dalam tiap proses tersebut menambah semangat dan optimisme para kelompok tani. Terlebih lagi, kurang dari satu bulan, lahan hortikultura yang digarap bersama ini telah memasuki masa panen dengan hasil sayur mayur yang berkualitas tinggi.
“Panen pertama kelompok kami jenis tanaman sayur Fanbox jumlahnya 500 pohon dan jenis Pakcoy 700. Dari hasil penjualan pertama kami meraup keuntungan sebesar Rp3,7 juta,” kata Lea Samasing.
Memasuki bulan November dan Desember 2023, sejumlah sayuran lainnya, mulai dari buncis, terong, tomat, sampai Lombok juga memasuki masa panen. Harga jual mulai meroket hingga kelompok tani ini berhasil mengantongi lebih dari Rp23 Juta.
Lea Samasing mengungkapkan, peran serta keterlibatan PT PLN (Persero) UIP Nusra sangat dirasakan dan nyata hadir di tengah masyarakat. Melalui segala pelatihan dan pendampingan dari perusahaan, kelompok Ca Nai Cako secara mandiri telah membuka lahan baru seluas 1.500 m2.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan