“Menurut kami, kekeringan semacam itu melemahkan katahanan Himyar dan berkontribusi pada perubahan sosial yang melahirkan Islam,” kata para peneliti.
Sementara Fleitmann mengatakan saat kekeringan dan masalah lain melanda, penduduk kerjaaan mengalami kesulitan besar. Saat itu, Islam menawarkan sesuatu yang baru dan menyatukan kembali semua masyarakat.
“Penduduk mengalami kesulitan besar karena kelaparan dan perang. Artinya Islam menemukan lahan yang subur: orang-orang mencari harapan baru, sesuatu yang menyatukan kembali orang-orang sebagai masyarakat. Agama baru ini menawarkannya,” dia menjelaskan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






