Syafuan juga menegaskan, masyarakat yang terfragmentasi, akan selalu muncul kelompok yang secara konsisten menyoroti sisi negatif atau kelemahan dari pemimpin negara.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa isu ijazah Jokowi bisa jadi merupakan bentuk perlawanan terhadap warisan kebijakan yang telah dibangun selama satu dekade kepemimpinan.
Karena itu, Ia menyarankan agar masyarakat lebih kritis terhadap motif di balik munculnya isu ijazah palsu.
“Nah, bisa jadi, kelompok yang selalu mengkritisi hal ini, tidak menyukai warisan kebijakan Pak Jokowi,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






