Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat penerima manfaat, yang bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui penyediaan rumah layak huni.
Dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui sinergi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial, serta aparat kecamatan dan desa.
“Program Bedah Rumah Provinsi NTT sangat sejalan dengan komitmen Pemkab Manggarai untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Karena itu, kami siap mendukung baik dari sisi pendataan, pendampingan teknis, maupun pengawasan pelaksanaan di lapangan,” jelas Wabup Fabi abu.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat penerima manfaat agar pembangunan rumah berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi warga.
“Gotong royong menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah hadir memberi stimulan dan pendampingan, sementara masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena saat membuka rapat menuturkan bahwa pembangunan NTT Mart merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi untuk menghadirkan sistem perdagangan yang berpihak kepada produsen lokal.
“NTT Mart bukan sekadar toko, tetapi sebuah gerakan ekonomi bersama. Kita ingin seluruh produk hasil kerja keras masyarakat NTT — dari kopi, tenun, hingga hasil pertanian — bisa memiliki tempat yang layak dan mudah diakses oleh konsumen di seluruh daerah,” ujar Gubernur Melki.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











