Kehadiran Komunitas ini, harap Lurah Wali, mampu menuntaskan Problematika Persampahan di Kelurahan Wali. Hal itu karena menurutnya, melihat fakta yang terjadi di Wali seperti Irigasi yang jebol karena sampah yang menumpuk. Tumpukan sampah ini kemudian menghambat aliran air.
Banyaknya sampah pada saluran irigasi, lanjut Ignasius Yusuf, tentu akan mengakibatkan dangkalnya saluran. Akibatnya, sampah-sampah baru yang hanyut bersama aliran air akan masuk ke area persawahan sehingga menurunkan produktifitas pertanian.
Pantauan di lokasi, giat komunitas Muda-Mudi Wali ini dihadiri oleh Kadis DLHD, UPTD Dinas Kehutanan Prov. NTT, PLAN, Pastor Paroki Ka Redong, Kepala Biara Misionaris Claris, Ketua Wilayah dan Ketua KBG di Kampung Redong, Tokoh adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan PKK Kelurahan Wali.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







