infopertama.com – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Ficar Hadjar, menduga sosok “Ibu” yang muncul dalam fakta sidang Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (HK) merujuk pada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, bukan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Menurut Ficar, kader PDIP, termasuk Hasto, memanggil Megawati dengan sebutan “Ibu”, sedangkan kepada Puan menggunakan panggilan “Mbak”.
“Atas penyebutan ibu, siapa lagi di PDIP yang dekat dengan HK yang disebut ‘ibu’ selain Mega? Ibu Puan tidak mungkin, karena umurnya lebih muda, oleh pengurus PDIP, termasuk HK, Puan dipanggil ‘Mba Puan’,” kata Ficar, Sabtu (26/4/2025).
Ficar menilai, demi kebenaran materiil sebagaimana tujuan dari pemeriksaan perkara pidana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK perlu memanggil kader PDIP Saeful Bahri untuk mengungkap siapa sosok “Ibu” yang dimaksud, apakah Megawati atau bukan.
“Ya, demi kebenaran materiil sebagaimana tujuan dari pemeriksaan perkara pidana, maka untuk memperjelas sosok yang dimaksud, maka Saeful Bahri perlu dipanggil untuk menyatakan yang sebenarnya dari orang yang dipanggil ‘ibu’,” ucapnya.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkap rekaman percakapan antara mantan kader PDIP, Saeful Bahri, dan mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina, pada 6 Januari 2020.
Dalam percakapan yang diputar di ruang sidang, Saeful menyampaikan pesan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada Tio untuk diteruskan kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Pesan itu berisi jaminan dari Hasto atas “perintah ibu” agar Harun Masiku diloloskan sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Namun hingga kini, belum diketahui siapa sosok “Ibu” yang dimaksud.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







