Sebenarnya, GK Hebat merupakan kolaborasi dari tiga perusahaan, masing-masing PT Siap Selalu Mas milik Gibran dan Kaesang; PT Wadah Masa Depan yang terafiliasi dengan keluarga Gandi Sulistiyanto.
Di PT Wadah Masa Depan, Anthony Pradiptya menjabat direktur utama, sementara Gibran sebagai komisaris utama dan Kaesang sebagai direktur. Ada juga Wesley Harjono (39), menantu Gandi Sulistiyanto, sebagai komisaris. Dan, PT Gema Wahana Jaya milik keluarga Theodore Permadi Rachmat, salah satu konglomerat.
Ubeid juga menyinggung pengangkatan Gandi Sulistyanto sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Demikian pula Dhony Rahajoe, petinggi Sinar Mas ditunjuk Jokowi menjadi wakil kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Keduanya hanya kebetulan saja? Tentu saja ada relasi di baliknya.
Belakangan, Ubed harus gigit jari. Bahwa KPK benar-benar lumpuh katika berhadapan dengan istana. Alasannya, baik Gibran maupun Kaesang bukan termasuk penyelenggara negara. “Jadi mohon maaf yang dilaporkan atas perbuatan yang perbuatan itu dilakukan pada saat itu oleh orang-orang yang bukan penyelenggara negara,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.
Tentu saja ini bukan kebetulan. Pengalaman Andria dan Ubed membuktikan bahwa oligarki itu, benar-benar nyata. Relasi pengusaha dan penguasa, menindas kaum lemah.
Sumber: Inilah.com
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

