Hal ini pernah diuji Ubedilah Badrun, Dosen Universitas Negeri Jakarta, yang melaporkan dugaan KKN dan cuci uang dua anak presiden yakni Gibran Rakabuming Raka serta Kaesang Pangarep, ke KPK pada 10 Januari 2022.
Dalam laporan itu, aktivis 98 itu, membongkar adanya relasi antara Sinar Mas dengan keluarga Jokowi.
Ceritanya, PT Bumi Mekar Hijau, anak usaha Sinar Mas Group, menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membayar ganti rugi Rp7,9 triliun.
Tiba-tiba, ada keputusan Pengadilan Negeri Palembang yang memangkas kewajiban bayar Bumi Mekar hijau dari Rp7,9 triliun menjadi Rp78 miliar saja.
Pasti bukan sekedar kebetulan, keputusan itu muncul setelah adanya kerja sama bisnis antara 2 anak Jokowi yakni Kaesang dan Gibran dengan Anthony Pradiptya, anak dari Gandi Sulistiyanto, petinggi Sinar Mas Group.
Begitu jelinya Ubedillah mencium aroma tak sedap dalam relasi antara penguasa dengan pengusaha ini. Kolaborasi ini menghasilkan perusahaan baru bernama PT Wadah Masa Depan.
“Alpha JWC Ventures yang memiliki relasi antara Sinar Mas Group juga langsung mengucurkan dana Rp99,3 miliar setelah perusahaan kerjasama itu terbentuk,” terang Ubed, sapaan akrab Ubedilah.
Anthony masuk sebagai pemegang saham di holding usaha kuliner bersama Gibran dan Kaesang. Sejumlah bisnis kuliner yang dijalankan masuk GK Hebat, perusahaan induk yang berkantor di Generali Tower, kawasan bisnis Gran Rubina, Jakarta Selatan.
Di mana, GK Hebat yang berdiri pada 2019 itu, membawahi Sang Pisang, Yang Ayam, Ternakopi, Siap Mas, Let’s Toast, dan Enigma Camp, serta menjalin kemitraan bisnis dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

