Natas Labar Menjadi Panggung Kebhinekaan, Malam Budaya Arema Malang Suguhkan Harmoni Tarian Nusantara

Ia juga menambahkan, dalam acara tersebut ditampilkan kreasi unik seperti tarian Lelo Ledong versi sholawat serta pertunjukan tari modern. Menurutnya, ini menjadi simbol akulturasi antara budaya Jawa dengan kearifan lokal Nusa Tenggara Timur, yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarbudaya.

Perwakilan Paguyuban Bajawa turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia merasa bersyukur mendapat ruang untuk menampilkan budaya daerahnya dan memuji langkah pemerintah yang telah menghadirkan Natas Labar sebagai ruang ekspresi seni. “Fasilitas seperti ini sangat penting. Selain jadi wadah pelestarian budaya, juga mempererat persaudaraan lintas daerah,” ungkapnya.

Sunardi berharap kegiatan seperti ini diharapkan mendapatkan dukungan dan difasilitasi oleh pemerintah daerah. Menurutnya, malam kebudayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang strategis untuk mempererat toleransi serta memperkaya kebudayaan lokal melalui pertemuan lintas budaya. Ia menilai, Natas Labar telah menjadi simbol kebersamaan di tengah keberagaman yang hidup di jantung Kota Ruteng.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel