Untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut, diperlukan pendidikan. Guru sebagai bagian dari sistem pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing kualitas roda pendidikan. Oakes (dalam Slamet, 1991:16) menegaskan bahwa mutu sekolah dan mutu pengajaran bergantung pada mutu guru. Karena sekolah yang baik adalah guru yang baik. Jika sekolah di Indonesia memiliki guru yang berkualitas, pendidikan nasional juga akan berkualitas.
Guru memiliki posisi yang strategis untuk menentukan arah pendidikan nasional. Karena guru merupakan tulang punggung pendidikan, maka kualitas guru harus selalu ditingkatkan.
Guru dianggap sebagai figur sentral dalam pendidikan, karena perannya dalam menggerakkan dan memfasilitasi pembelajaran.
Kualitas guru di Indonesia dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu berkaitan dengan kesejahteraan guru di Indonesia dan kompetensi guru di Indonesia.
Dilihat dari kesejahteraan guru di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Banyak guru yang sudah sejahtera namun masih jauh lebih banyak guru yang belum mendapatkan kesejahteraan mereka.
Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kompetensi guru, di Indonesia masih terdapat banyak guru yang kompetensinya kurang memadai. Inkompetensi pengajar pada antaranya terjadi lantaran rendahnya minat belajar, membaca, menulis dan membuat karya media pembelajaran.
Dua aspek ini saling berkaitan, kompetensi guru masih kurang karena di antaranya tingkat kesejahteraannya yang masih di bawah cukup.
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk menentukan mutu tidaknya pendidikan itu tergantung dari kualitas dari guru itu sendiri.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







