Tag: Yuliana Susanti

  • Mutu Pendidikan Tergantung Kualitas Para Pendidik

    infopertama.com – Seperti yang telah menjadi aturan baru pemprov NTT yang wajib memulai aktivitas pembelajaran di sekolah dimulai pada pukul 05:00 merupakan keputusan yang terbilang terlalu terburu buru, mengapa? Karena pada dasarnya dalam dunia pendidikan itu sendiri bukan soal waktu mulainya proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan di indonesia terkhusus NTT, tetapi bagaimana peran dari para Pendidik (Guru) dalam menyiapkan proses pembelajarannya.

    Waktu hanya persoalan mulai dan berakhirnya proses pembelajaran, tetapi hal yang paling penting dari pendidikan itu sendiri adalah bagaimana kita mampu memiliki cara atau metode yang cocok dalam proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Terlepas dari aturan baru itu saya berpikir bahwa itu adalah suatu hal yang baru hanya hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Namun apakah itu akan menjamin meningkatnya mutu pendidikan kita?

    Perluh kita ketahui bahwa di NTT banyak yang belum memiliki akses pendidikan yang layak. seperti masih belum lengkapnya sarana dan prasarana sekolah, masih banyak sekolah yang satu atap dengan sekolah lain. Misalkan SMA satu atap dengan SD. Lalu, bagaimana mungkin proses dari pembelajaran itu sendiri akan berjalan sesuai dengan permintaan pemprov NTT jika belum memiliki fasilitas yang mendukung proses pembelajaran.

    Terkait hal itu saya ingin membagikan beberapa pengetahuan dan pengalaman para pendidik terkait dengan mutu pendidikan.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Peran Guru dalam mengerjakan Rutinitas Akhir semester

    Oleh Yuliana Susanti*

    infopertama.com – Dalam setiap tugas dan tanggungjawab guru hal yang paling dituntut sebagai bentuk tanggungjawab Guru seutuhnya adalah memberi hasil dan evaluasi hasil dari setiap proses pembelajaran untuk para peserta didiknya.

    Guru tidak hanya sebagai fasilitator dll, tetapi guru juga sebagai Evaluator. Tugas evaluator ini sangat penting untuk memberikan hasil penilaian kepada peserta didik sehingga peserta didik mengetahui kemampuan masing-masing pribadi mereka.

    Guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian. Serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Guru juga merupakan seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan. Dan, melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang ia ajarkan tersebut.

    Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan lainnya. Dan, bisa menjadi sosok teladan bagi para muridnya. Dari penjelasan tersebut, maka kita dapat memahami bahwa peran guru sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya.

    Secara khusus UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen memberikan pengertian guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sosok guru memiliki peran sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya sehingga kelas dapat berhasil meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.

    Tugas dan tanggung jawab guru sangatlah besar. Tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran saja. Jika peran seorang guru hanya terbatas dalam hal ini saja, maka tidak heran jika lambat laun guru akan punah dan berganti dengan teknologi atau buku-buku pelajaran.

    Lalu apa saja peran dari seorang Guru?

    Perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Karena pada dasarnya proses belajar-mengajar dan hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.

    Laman: 1 2 3 4

  • Menginsipirasi, Jejak CR7 dari Keluarga Miskin hingga jadi Pemain Top Dunia

    infopertama.com – Bagi para penggemar sepak bola, sepak bola menjadi salah satu pembahasan yang paling populer sampai saat ini. Sepak bola dianggap sebagai olahraga paling populer di dunia. Olahraga ini sangat disukai oleh berbagai kalangan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan dari yang anak-anak, remaja hingga dewasa. Tak heran, apabila banyak pertandingan sepak bola yang ramai disaksikan, baik secara langsung di lapangan maupun mereka yang menonton lewat layar kaca. Pertandingan bisa semakin ramai lagi pada saat tersaji pertemuan antara nama-nama besar, sebut saja Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar, dan masih banyak lagi.

    Sepak bola sendiri merupakan salah satu jenis olahraga yang terdiri dari dua tim berlawan. Tujuan dari permainan sepak bola dalam suatu pertandingan adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin. Namun, sekaligus juga mempertahankan gawang agar tidak kemasukan bola. Permainan ini akan dimainkan oleh sebelas pemain dari setiap tim selama dua babak, yaitu 2×45 menit.

    Itulah sebabnya mengapa permainan sepak bola sangat diminati oleh banyak orang.

    Sebuah inspirasi bisa datang dari mana saja. Berawal dari sebuah tragedi tsunami, sosok pemain bola Cristiano Ronaldo yang sangat mengagumkan siapa saja yang melihatnya. Bukan hanya kagum dengan kepribadiannya, cara bermainnya di lapangan menjadi sebuah inspirasi untuk semua orang.

    Menyaksikan seputar sepak bola menjadi hobiku hingga sekarang. Ronaldo lah yang membuat aku pertama kali tertarik dengan dunia sepak bola. Tidak menjadi fans musiman, aku selalu mengikuti perjalanan lika-liku Ronaldo. Dari Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, hingga Juventus. Sebelum di titik yang sukses ini, Ronaldo menghadapi rintangan dan tantangan yang belum orang banyak tahu. Jatuh bangun kehidupan sepak bola pernah dia rasakan.

    Baca juga: Pepe Protes Tello: Kasih Saja Trofi Juaranya ke Argentina Sekarang

    Mimpinya menjadi pesepak bola sejak kecil, membuat ia memutuskan untuk berhenti sekolah demi dunia bola yang ia cintai. Pernah didiagnosa mengalami Racing Heart atau denyut jantung yang melebihi tingkat normal. Namun, karena tekadnya pada bola sangat bulat dan terpaksa operasi laser agar bisa bermain bola lagi hinggga jadi pemain termahal di dunia.

    Lalu mengapa saya jatuh cinta dengan sosok CR7?

    CR7 merupakan sosok pemain sepak bola yang unggul di dunia, namanya tak asing di telinga kita. Setiap tayangan dan berita banyak dihebokan oleh sosok lelaki tangguh ini. CR7 telah menjadi inspirasi sebagian banyak orang karena kisah hidupnya.

    Lalu apa saja kisa hidup CR7 yang bikin menginspirasi WargaNEt? Melansir Tribunnews.com, deretan kisah hidup CR7 di antaranya berikug ini.

    Laman: 1 2 3 4

  • SMPN 3 Ruteng Watu Benta Sambut Sumpah Pemuda dengan Bergerak Bersama

    Oleh: Yuliana Susanti (Guru bahasa dan sastra indonesia SMPN 3 Ruteng Watu Benta)

    Menyambut Hari Sumpah Pemuda SMPN 3 Ruteng Watu Benta Gelar Berbagai Lomba

    Sejarah Sumpah Pemuda

    Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda.

    Rapat Pertama, Gedung Katholieke Jongenlingen Bond

    Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda.

    Acara lanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

    Rapat Kedua, Gedung Oost-java Bioscoop

    Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

    Rapat Ketiga, Gedung Indonesische Clubhuis Kramat

    Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa pisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

    Laman: 1 2 3 4