Religi  

Minggu Biasa XXI: Sabda Kehidupan Sejati

Renungan Katolik Minggu Biasa XXI
Pastor Ryano Tagung, Pr

SKS: SABDA KEHIDUPAN SEJATI!

SuaraMu mengeluarkan Tanya

“Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Iman membungkus kata, harap menata asa; cinta merajut kesetiaan

Ada kata terucap

“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Kami telah percaya dan tahu,

bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Sahabat yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

IMAN bukan hanya sebuah kata-kata indah yang tinggal kaku dan mati dalam rumusanya. Tetapi, Iman kita harus berakar, bertumbuh dan berbuah, SUPAYA orang lain tahu bahwa kita beriman dan memilikinya dalam hati kita berbuah dalam tindakan kita setiap hari. Bukankah, IMAN TANPA PERBUATAN, pada hakekatnya adalah mati?

Sahabat yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Kita mempunyai pengalaman masing-masing bagaimana ALLAH menarik kita yang lemah dan rapuh ini untuk berada dalam pelukan kasihNya. Meski kita berlumuran dosa dan salah, tetapi Rahmat dan Kasih Karunia Allah selalu diberikan kepada kita agar kita dapat meninggalkan cara hidup kita lama dan bergegas bertakwa kepada TUHAN, meninggalkan rumah perbudakan dosa menuju rumah baru, rumah di mana kita beribadah kepada ALLAH dengan seluruh hidup kita.

Kesadaran akan pengalaman ditarik oleh KASIH ALLAH yang membuat Petrus berani berkata kepada YESUS, tatkala YESUS menantang para muridnya “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”,  ketika banyak orang mengundurkan diri setelah mendengarkan perkataan YESUS yang keras. Keras karena membongkar hati yang keras. Keras karena membongkar masa lalu. Keras karena butuh ketegasan dalam mengikuti YESUS bukan suam-suam kuku. Petrus tampil dengan sebongkah iman yang telah ia bungkus dengan cinta dan harapan yang membawanya kepada sebuah kehidupan baru, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Petrus tahu kepada siapa hatinya harus ditautkan dan kepada siapa dia harus menyerahkan seluruh hidupnya. Hanya kepada DIA, YANG KUDUS DARI ALLAH, yang memberikan kehidupan kekal, yang SabdaNYA membawa Kehidupan Sejati, SabdaNya membawa sukacita, SabdaNya memberikan kesegaran.

Sahabat yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Dia, Petrus, yang telah meninggalkan segala-galanya, telah menunjukkan kepada kita sebuah konsekuensi dari sebuah pilihan. Sekali mengikuti YESUS, selamanya mengikutiNya. Pertanyaan YESUS sungguh menantang. Karena mengikuti YESUS bukan cerita tentang keterpaksaan. Cerita tentang ikut arus, ikut massa. Cerita tentang  orang lain yang bercerita tentang mengikuti YESUS. tetapi, mengikuti YESUS adalah cerita tentang pengalaman pribadi bagaimana YESUS menyentuh hati kita dan menarik kita untuk mengikutiNYA. Pengalaman pribadi inilah yang memberikan kekuatan dari dalam diri sendiri untuk kuat dan setia mengikuti YESUS. Yang berasal dari luar hanyalah sebuah tambahan belaka. Yang menguatkan kita untuk memberikan jawaban, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?, sebagaimana yang dikatakan oleh Simon Petrus berasal dari kedalaman jiwa, yang diresapi oleh cinta dan telah disentuh oleh KASIH KARUNIA ALLAH.

Sahabat yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Sabda Yesus adalah SKS, Sabda Kehidupan Sejati. Sabda yang membawa kita untuk tinggal dalam kehidupan dan memiliki kehidupan itu saat ini, di sini. Saat ini dan disini ada CINTA yang hidup, ada KASIH yang sedang mekar, ada sebuah pemberian diri yang total kepada ALLAH, ada sebuah komitmen untuk belajar setia di ketidaksetiaan yang sering kita lakukan.

Kemudian, Sabda Yesus adalah SABDA KEHIDUPAN SEJATI, Sabda yang membawa kita untuk berani memberikan jawaban bagi tawaran kasih ALLAH. Sebab, kegagalan dalam mengikuti YESUS bukan karena karena tidak mampu untuk mengikutiNya tetapi karena kita tidak berani untuk memberikan jawaban atas panggilanNya. Apapun panggilan hidup kita saat ini, Yesus telah memilih dan memanggil kita; dan kini apa jawaban kita? Apakah kita akan mengundurkan diri karena kita tahu bahwa menjadi murid YESUS harus memikul salib? Ataukah kita tetap menjadi muridNYA dan berusaha dengan segala keterbatasan dan kekurangan kita belajar untuk SETIA?

Sahabat yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Mari kita belajar memberikan sebuah jawaban atas pilihan hidup kita saat ini. Jawaban yang semakin memperat kesetiaan kita kepada apa kita dipanggil  hari ini. Setia bukan untuk satu atau dua hari, tetapi setia untuk selamanya. Setia bukan ketika dalam suka tetapi setia ketika duka dan penderitaan datang silih berganti di dalam hidup panggilan kita saat ini.  Karena itu, teruslah berkanjang dalam SABDANYA dan EKARISTI, SABDANYA YANG HIDUP dan EKARISTI yang memberikan nutrisi bagi hidup beriman kita memampukan kita untuk tidak mudah mengundurkan diri sebagai murid Yesus, TAK BISA KELAIN HATI.

Ketidakmampuan kita untuk memberikan jawaban YA atas panggilan Tuhan dan ketidakberanian untuk menanggung setiap resiko, memanggul Salib dan mengikutiNya membuat kita menyerah sebelum bertanding, mundur sebelum maju dalam KASIH kepadaNya. Ikut YESUS bukan cerita hanya mencari yang enak dan mudah. Ikut Yesus adalah cerita tentang VIA DOLOROSA. Karena itu, mengikuti YESUS bukanlah perkara gampang. Untuk sampai pada pengenalan dan pengalaman akan KRistus dibutuhkan usaha pribadi dan yang terutama adalah RAHMAT ALLAH.

MARILAH kita memohon kepada ALLAH supaya IA berkenan mengaruniakan RAHMAT dan CINTANYA kepada kita sehingga kita semakin hari semakin beriman kepadaNya, semakin berkobar cinta kepadaNya dan semakin teguh berharap kepadaNya. “Sabda-Mu adalah Sabda hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Marilah kita berdoa:

YA YESUS, yang mengenal dan menyelami lubuk hatiku. Engkau memanggil dan mengutus aku hamba yang hina ini. Tak Kau lihat betapa pekatnya dosa yang telah mencuri TERANG KASIHMU dari dalam hidupku. Kini, berilah aku RAHMAT KASIH KARUNIAMU, agar aku KAU pilih untuk menjadi saksi cinta kasihMu, bukan karena kuatku tetapi karena KASIHMU yang menguatkan langkahku,  kini dan selama-lamanya,  Amin.

Santu Klaus Kuwu, 22 Agustus 2021

Pastor Ryano Tagung, Pr

Pastor Rekan paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV