Cepat, Lugas dan Berimbang

Menteri HAM: Indonesia, Bangsa Multi Minoritas Bukan Bangsa Mayoritas-Minoritas

Oplus_131072

Menteri Natalius Pigai juga menekankan, bangsa Indonesia merupakan bangsa multi minoritas bukan bangsa mayoritas dan minoritas. “Kalau orang Manggarai di jawa pasti minoritas. Kalau orang Manggarai di Bali pasti minoritas, begitu juga orang Jawa di daerah-daerah lain pasti minoritas, maka dari itu Bangsa kita merupakan bangsa multi-minoritas,” tegasnya.

Kalau istilah mayoritas minoritas lanjut menteri Natalius itu merupakan istilah kolonial yang mendoktrin kita. Kita menempatkan bangsa ialah persatuan bangsa-bangsa minoritas, baru dipersatukan dengan bangsa yang besar yaitu bangsa Indonesia. “Yang besar mayoritasnya adalah indonesianya tetapi komunitas-komunitas minoritasnya bersatu menyatakan kehendak bersama, berdiri di atas bangunan yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Ia menyebut, telah membentuk 50 atase HAM di seluruh dunia. Bangsa Indonesia bisa hidup rukun dan damai lanjut Menteri Natalius, karena memiliki Pancasila. Sudah saatnya bangsa Indonesia memperkenalkan 5 sila Pancasila kepada dunia melalalui 50 atase HAM yang telah terbentuk.

Hak Asasi Indonesia adalah HAM Pancasila. Kita tularkan Pancasila ke seluruh dunia. “Kalau kita berikan doktrin lima Pancasila kepada seluruh bangsa di dunia, melalui atase Hak Asasi manusia, maka kita akan menciptakan perdamaian dunia,” terangnya.

‘’Presiden kita sekarang berkunjung ke berbagai negara untuk ekspor hak asasi yang berbasis lima sila tentang Ketuhanan, Kemanusiaan, perdamaian, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Lima sila itu mengandung nilai-nilai universal,” pungkasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN