Dengan mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara, ia menyoroti dan mengajak peserta Seminar untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kerja keras, dan gotong royong di era digital.
Ia mengingatkan dampak negatif teknologi pada karakter siswa, sehingga membutuhkan sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat membangun ekosistem pendidikan yang sehat.
Peluang dan Tantangan Digitalisasi dalam Pendidikan
Dr. Maximus Tamur, M.Pd., menyoroti pentingnya literasi digital bagi guru melalui konsep TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
Menurutnya, teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan mobile learning dapat memperkaya pembelajaran dengan strategi yang tepat.
“Tanpa pemanfaatan yang bijak, teknologi justru bisa menjadi distraksi dan menghambat efektivitas pembelajaran,” jelasnya.
Interaksi dan Antusiasme Peserta
Seminar ini diakhiri dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Maksimilianus Jemali, S.Fil., M.Th., dan Rudolof Ngalu, S.Fil., M.Pd.
Peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan adaptasi teknologi, penerapan kurikulum merdeka, serta strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
seminar ini berhasil menjadi wadah refleksi dan berbagi wawasan bagi para pendidik dalam menghadapi era digital.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





