Kedekatan dengan Khamenei & Sikap Politik
Semasa hidupnya, Khamenei secara bertahap menempatkan Arafi di sejumlah posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai imam salat Jumat di Meybod dan Qom, sebelum akhirnya diangkat sebagai anggota Dewan Penjaga pada 2019.
“Penunjukan-penunjukan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap loyalitas ideologis dan kapasitas administratif Arafi,” ujar seorang analis politik Iran, seperti dikutip media lokal.
Dalam perjalanan politiknya, Arafi sempat gagal meraih kursi Majelis Pakar pada pemilu 2016 di Teheran. Namun ia masuk melalui pemilihan sela 2021.
Pada pemilu Maret 2024, Arafi menjadi peraih suara terbanyak di Teheran dan terpilih sebagai wakil ketua kedua Majelis Pakar, memperkuat posisinya dalam proses suksesi kepemimpinan.
Arafi dikenal memiliki sikap keras terhadap Amerika Serikat (AS). Dalam sebuah kesempatan, ia sempat menyebut AS sebagai “pusat pelanggaran hak asasi manusia.”
“Amerika akan membawa keinginannya agar Iran menghentikan produksi peralatan militer sampai ke liang kubur,” kata Arafi dalam sebuah pidato tahun lalu.
Iran kini memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari. Sementara itu, perhatian publik dan komunitas internasional tertuju pada langkah Majelis Pakar dalam menentukan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Untuk saat ini, Ayatollah Alireza Arafi berada di pusat salah satu transisi politik paling penting sejak Revolusi Islam 1979.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











