Mengenal Anus, Kemiri dan Bau Busuk yang Ditimbulkan

Written by

in

,

Selain itu sistem pencernaan juga memiliki fungsi untuk membuang sisa-sisa makanan yang sudah tidak diperlukan tubuh. Karena jika tidak dikeluarkan, zat-zat sisa tersebut dapat menjadi racun bagi tubuh manusia.

Proses pencernaan adalah proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana. Makanan tersebut merupakan sumber energi, dan sumber bahan baku untuk membangun tubuh.

Karena energi yang kita peroleh berasal dari makanan, maka makanan yang kita makan tentunya harus bergizi, yaitu makanan yang cukup mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air dan mineral.

Selain itu, tubuh manusia juga membutuhkan zat-zat lain seperti fosfor dan kalium yang ada pada kemiri.

Berdasarkan data Kemenkes RI (TKPI), setiap 100 gram Kemiri mengandung 200 mg fosfor dan 430,7 mg kalium.

Ini menunjukkan bahwa kandungan fosfor dan kalium termasuk tinggi dan cukup tinggi.

Mengkonsumsi Kemiri secara teratur sesuai AKG (Angka Kecukupan Gizi) atau sesuai kebutuhan gizi per hari dari Kemenkes RI, bermanfaat untuk kesehatan seperti berikut.

Pertama, mempertahankan keseimbangan asam-basa (ph) dalam tubuh sebagai manfaat dari cukup tingginya kandungan fosfor.
Kedua, membantu kerja ginjal dalam menyaring zat sisa makanan sebagai manfaat dari cukup tingginya kandungan fosfor.
Ketiga, meminimalkan terbentuknya batu ginjal, bukan batu sandungan atau loncatan. Hal ini sebagai manfaat dari cukup tingginya kandungan kalium.

Proses Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan terdiri dari organ pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Pada organ pencernaan meliputi, mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan meliputi ludah, pankreas, hati, dan empedu.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

6 responses to “Mengenal Anus, Kemiri dan Bau Busuk yang Ditimbulkan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses