Media AS Sebut Arab Saudi Diam-Diam Lobi Trump agar Serang Iran

“Saat ini aku sedang sibuk dengan banyak hal,” katanya kepada massa pendukung. “Kita harus membuat keputusan besar, Anda tahu itu. Tidak mudah, tidak mudah. Kita harus membuat keputusan yang sangat besar.”

Ia kemudian terbang ke Palm Beach dan menghadiri acara di resor Mar-a-Lago sebelum merekam pidato pengumuman serangan.

Meskipun pengerahan besar pasukan AS dalam dua bulan terakhir telah memberi sinyal kemungkinan aksi militer, rekam jejak Trump sebelumnya tidak menunjukkan ia akan memilih perang pilihan di Timur Tengah dengan tujuan perubahan rezim.

Dalam menjelaskan keputusannya, Trump merujuk kembali ke Revolusi Iran 1979. Ia menyebut serangan AS sebagai balasan atas puluhan tahun konflik, termasuk penyanderaan 52 warga Amerika pada 1979, tewasnya 241 prajurit AS dalam pemboman barak Beirut 1983 oleh Hizbullah yang didukung Iran, serta serangan 2000 terhadap USS Cole yang menurutnya Iran “kemungkinan” terlibat, meski AS lama mengaitkannya dengan al-Qaeda.

Trump juga menyebut adanya “ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran” dan menuduh Teheran terus mengembangkan senjata nuklir serta rudal jarak jauh yang “akan segera mencapai tanah air Amerika.”

Namun kedua klaim tersebut dipertanyakan. Trump sebelumnya menyatakan AS telah “melenyapkan” program nuklir Iran pada musim panas lalu. Badan Energi Atom Internasional menyebut tidak ada bukti Iran memulai kembali pengayaan uranium atau memiliki rencana aktif membangun bom.

Penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS tahun lalu juga tidak menemukan indikasi pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) dam jika diputuskan untuk kembali dikembangkan, Iran diperkirakan memerlukan waktu satu dekade.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel