Cepat, Lugas dan Berimbang

Maximus Perong, Korban Kasus Penganiayaan di Beo Rahong Minta Keadilan

Ruteng, infopertama.com – Seorang petani atas nama Maximus Perong (59) warga Rahong, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Manggarai jadi korban aksi brutal penganiayaan oleh dua orang yang sekampung dengannya. Maximus tetiba dianiaya oleh dua orang pria tanpa sebab yang jelas, Jumat, 11 Agustus 2023 Malam.

Maximus Perong kepada infopertama.com menjelaskan awal mula penganiayaan yang ia alami. Mulanya, pada Jumat malam ia keluar dari rumahnya di Kampung Rahong menuju rumah Ino, anak sulungnya.

Setiba di sudut lapangan, sekitar 120 an meter dari rumah (Sebelum tiba di rumah Ino) sorot cahaya lampu motor persis di mata Maximus. Karenanya, refleks maximus menutup mata. “Saat itu, saya tidak tau mereka siapa. “Ketika saya buka mata, mereka sudah di hadapan saya. Saya berusaha silih saat itu, tapi mereka terus mengikuti saya dengan motor yang hendak menabrak saya.” Beber Maksimus.

Demikian, Maximus melanjutkan, saat ia terus berusaha menghindar namun kedua orang terduga pelaku juga terus mengikuti berusaha menabraknya. Sontak Maximus bertanya alasan kedua terduga pelaku yang terus berupaya menabraknya.

“Co’o tara nenggon pande demeu ta? (Kenapa kamu begini?),” Tanya Maximus ke kedua terduga pelaku.

Saat itu, jelas maximus mereka menjawab, Co’o e (apa). Selanjutnya mereka turun dari motor.

Dari situlah, kedua terduga pelaku mulai menganiaya korban. “Co’o e, co’o ngoeng de hau, kawe hau keta kami. (Apa, apa maumu, kau yang kami cari).” Beber Korban lagi.

Dalam keadaan terancam, Maximus kembali bertanya sebab mereka mencarinya (mencelakai korban). “Apa comong?” Tanya Maximus.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN