Cepat, Lugas dan Berimbang

Mari Kita Merdeka!

Ini artinya kita belum seutuhnya merdeka dari kebodohan. Atau dengan kata lain yang lebih santun bahwa bangsa kita masih memperjuangkan kemerdekaan dari kebodohan. Mengapa saya katakan demikian? Saudaraku sebangsa dan setanah air…indeks kebodohan dan kemajuan SDM sangat ditentukan oleh kekuatan literasi. Bukankah hingga kini tingkat literasi negara kita masih tergolong paling bontot? Bukankah tuna aksara kita masih banyak?

Kedua, soal kesejahteraan hidup.

Kesejahteraan hidup merupakan salah satu makna tersurat dari kemerdekaan. Namun, apakah bangsa kita sudah dikategorikan negara sejahtera? Saya pikir kita sekalian sadar betul bahwa yang namanya kesejahteraan hidup masih terus kita perjuangkan hingga kini bahkan hingga selamanya. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka bangsa kita masih cukup tinggi.

Apalagi pasca dihantam pandemi covid-19. Kondisi perekonomian bangsa kita menjadi tertatih-tatih. Beruntungnya, berbagai macam stimulus ekonomi melalui bantuan-bantuan seperti BLT, PKH, UMKM; masih terus disalurkan. Belum lagi utang negara kita yang makin hari kian menumpuk. Saya hendak mengatakan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya sejahtera, terutama sekali akibat covid-19.

Ketiga, mengenai sikap rasis dan intoleransi.

Rasisme dan intoleransi merupakan sikap dan perilaku yang pada dasarny diharamkan oleh negara kita. Namun demikian, tidak sedikit warga bangsa kita yang yang hingga kini masih terus mempertontonkan sikap dan perilaku rasis dan intoleran terhadap sesama. Isu-isu rasial akibat perbedaan warna kulit masih terus menghantui negeri Bhineka Tunggal Ika. Perilaku-perilaku intoleransi, tindakan sweeping di hari-hari keagamaan; pemaksaan mengenakan atribut keagamaan pada siswa/siswi; berpakian secara budaya dianggap dosa, dan lainnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel