Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan, pertemuan dengan Cyril adalah langkah penting dalam mempersiapkan kehadiran Presiden Joko Widodo pada gelaran KTT BRICS yang akan dilaksanakan minggu ketiga bulan Agustus nanti. Menurut dia, dalam KTT itu, diharapkan akan terjadi kesepakatan terkait impor sapi dan kedelai yang akan ditandatangani pada saat kunjungan ini.
“Sebagai langkah awal, kami sedang mengeksplorasi potensi kerja sama impor 50.000 ekor sapi. Dan, 300.000 ton kedelai dari Afrika Selatan,” ujarnya.
Mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu bilang kalau hal tersebut mutlak dilakukan mengingat harga daging sapi yang semakin meningkat. Serta, outlook dari Kementerian Pertanian mencatat bahwa Indonesia masih membutuhkan 40% komoditas tersebut.
Selain itu, menurut Luhut, kebutuhan tiga juta ton kedelai di dalam negeri juga harus dipenuhi.
“Inilah upaya kami untuk mensiasati tingginya kebutuhan akan kedua komoditas itu,” kata Luhut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







