Pasal 7 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 36 Thn. 2021 mengatur mengenai komponen upah yang terdiri dari Upah tanpa tunjangan; Upah pokok dan tunjangan tetap; Upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap; atau Upah pokok dan tunjangan tidak tetap.
Dalam hal komponen upah terdiri dari atas upah pokok dan tunjangan tetap. Maka besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.
Ketentuan mengenai pembayaran upah diatur di dalam Pasal 53 ayat 3 Peraturan Pemerintah No. 36 Thn. 2021, yaitu pembayaran upah oleh pengusaha dilakukan berdasarkan perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.
Larangan Pengusaha Membayar Upah di Bawah Upah Minimum
Dengan berlakunya Undang-Undang No. 11 thn. 2020, pada prinsipnya pengusaha dilarang membayarkan upah pekerja lebih rendah dari upah minimum, sebagaimana tertuang dalam Pasal 88 E ayat 2 Undang-Undang No.11 thn. 2020 jo Pasal 23 ayat (3) Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2021 sebagai berikut.
“Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum.”
Di sisi lain, pengusaha wajib membayar upah kepada pekerja sesuai dengan kesepakatan yang tidak boleh lebih rendah dari jumlah yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan.
Gubernur wajib menentukan UMP dan dapat menetapkan UMK dengan syarat tertentu. Pertama, Upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.
Kedua, Upah minimum ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.
Ketiga, Upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro dan kecil. Usaha mikro dan usaha kecil ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro dan kecil.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan