Lain lagi kesan dari Pak Hendrik Nango dari Kolping Lewa, yang telah menjadi anggota dan Pengurus Keluarga Kolping lebih dari 20 tahun: “Pertemuan di Ruteng ini benar-benar karya Roh Kudus yang mengilhami kita semua dalam semangat Beato Kolping. Suasana penuh kekeluargaan, banyak masukan berharga untuk membangkitkan kembali keluarga Kolping yang sempat lesu di berbagai Keuskupan. Dengan Pengurus dan Pengawas baru dari Ruteng, Kupang, dan Sumba, Kolping kini semakin inklusif dan tidak lagi terpusat di satu wilayah. Konsolidasi dan penumbuhan keluarga Kolping terus berjalan dengan semangat, kerja sama, dan transparansi.”
Dari Kolping Kupang, menarik komentar dari Koordinator Kolping Kupang sejak 2008, Ibu Etty Seda, “Konvensi ini menghasilkan kesepakatan dalam Anggaran Dasar, yang akan tetap hidup jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Selama perjalanan saya di Kolping, ini adalah kali ketiga saya mengikuti Konvensi Nasional. Ini paling berkesan. Konvensi kali ini sangat istimewa karena melahirkan ide-ide segar, nama baru Perkumpulan Kolping, serta kepengurusan baru dengan semangat baru.”
Tidak kalah berkesannya Konvensi bagi Ibu Antonia Mbulu, anggota Kolping Kumba, yang merupakan penerus dari pioneer Kolping Kumba, almarhum Bapa Alfons Sene, “Saya senang sekali mengetahui bahwa ada saudara-saudara Kolping di berbagai tempat di NTT selain Manggarai. Rasanya seperti menemukan keluarga baru dengan spirit Kolping yang sama. Saya juga sangat terkesan dengan perkembangan keluarga-keluarga Kolping seperti di Ru’a, Lewa, dan Tiles. Semangat persaudaraannya terasa kental, ada pertemuan rutin, olahraga bersama, doa bersama, hingga kegiatan ekonomi yang saling menguatkan. Kalau pada akhirnya banyak masalah bisa terselesaikan karena perkumpulan ini… mungkin surga memang terasa makin dekat, ya?”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











