Cepat, Lugas dan Berimbang

Kisah Pemanfaatan Panas Bumi dan Semangat Warga Kamojang

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. FOTO/Istimewa

Yeti bercerita, motivasi ibu-ibu anggota KWT Rengganis 76 memanfaatkan aset Indonesia Power Kamojang dilandasi keinginan mereka mengisi waktu luang dan melakukan healing, jalan-jalan. KWT Rengganis 76 sendiri pertama kali menjalin kerjasama dengan PT Indonesia Power Kamojang sejak 2017.

Kala itu, program Posyandu mengharuskan adanya lini usaha yang berkaitan dengan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program tersebut dilombakan dari tingkat kecamatan hingga nasional. Berkat dukungan PT Indonesia Power Kamojang, KWT Rengganis 76 melenggang hingga tingkat provinsi, memenangi juara kedua.

“Pada 2022, ibu-ibu terpanggil untuk menggiatkan kembali kerjasama dengan PT Indonesia Power Kamojang. Alhamdulillah kami sangat terbantu. Agustus tahun lalu, istri Pak Dirut Edwin Nugraha datang kemari meresmikan sekretariat kami,” sambung Yeti.

Saat ini, KWT Rengganis 76 menjalin kerjasama dengan banyak pihak, antara lain dengan Koperasi Pemasaran Desa Baru Sejahtera Kamojang dan PT KSIP Agro yang berlokasi di Lembang, Bandung Barat. Lewat kerjasama ketiganya, KWT Rengganis 76 dipercaya mensuplai kebutuhan ekspor buncis baby Kenya ke Prancis.

Sekali panen, KWT Rengganis 76 bisa mengirim 4 kuintal buncis. Atas capaian tersebut, KWT Rengganis 76, yang anggotanya terdiri atas 20 orang ibu dan 5 orang bapak, bisa mempekerjakan 20 orang ibu-ibu lainnya saat panen.

“Dulu, ketika menanam tanaman obat keluarga, pendapatannya sedikit. Setelah menanam buncis, baru hasilnya kelihatan. Ibu-ibu pun semakin termotivasi. Bagi mereka, yang penting adalah bisa healing. Tahun lalu, kami healing tiga kali, ke Bandung, Pangandaran, dan Yogyakarta,” terang Yeti.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel