Cepat, Lugas dan Berimbang

Kisah Pemanfaatan Panas Bumi dan Semangat Warga Kamojang

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. FOTO/Istimewa

Selain itu, Darman juga membayangkan ada wisata edukasi yang menyeluruh. Konsep desa wisata pun terasa cocok untuk mimpi Darman ini. Ada edukasi peternakan domba, wisata petik kopi, hingga wisata kuliner kopi dan kuliner lokal Kamojang.

“Jadi kebayang kalau ada peternakan domba. Ada nilai ekonominya, dan kotorannya pun bisa jadi pupuk. Jadi kami tidak usah lagi mencari atau menerima bantuan pupuk. Dan nanti wisata edukasi juga bisa berkembang,” tuturnya.

Semangat Kelompok Wanita Tani

Dampak nyata kehadiran aktivitas pemanfaatan panas bumi melalui PLTP juga disampaikan oleh Yeti, pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Rengganis 76 yang juga berada di Desa Laksana.

Menurut Yeti, PT Indonesia Power Kamojang, selalu memberikan dukungan kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Salah satunya mendapatkan izin untuk mengelola lahan tidur dan rumah-rumah dinas yang terbengkalai. Izin diberikan dan saat ini KWT Rengganis 76 pun resmi mengelola 5 greenhouse.

“Rumah-rumah kosong itu kami beri plastik, dijadikan greenhouse. Selain greenhouse, lahan tidur juga kami manfaatkan untuk peternakan dan perikanan,” kata Yeti saat dihubungi reporter tirto.id, Sabtu (25/1/2025).

Di greenhouse, anggota KWT Rengganis 76 menanam aneka sayur dan buah-buahan seperti kol, pakcoy, sosin, daun bawang, dan stroberi dengan teknik hidroponik.

“Kami baru saja panen. Ke depannya, kami juga sudah menyiapkan greenhouse untuk ditanami anggur,” ungkap Yeti.

Sementara untuk perikanan, Yeti menambahkan, kelompoknya menerapkan sistem bioflok dan kolam terpal biasa. “Lahannya dari Indonesia Power, sedangkan bibitnya sebanyak dua kwintal kami dapat dari bantuan Dinas Perikanan Kabupaten Bandung.”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel