Melalui forum ini, DPRD diberi ruang untuk mencurahkan gagasan demi menghasilkan perencanaan yang mudah-mudahan bisa mewakili kehendak masyarakat untuk menjadi bagian dari program kegiatan pembangunan tahun 2027.
Agenda utama kehadiran DPRD dalam forum ini adalah untuk memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi sejak awal. “Anggota DPRD juga mempunyai kepentingan untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD sedini mungkin agar dalam siklus lanjutan pemerintah bisa mengadopsi pokok-pokok pikiran DPRD ini,” tegasnya
.
Secara resmi, ia menyerahkan dokumen tersebut dengan harapan besar agar pemerintah daerah menindaklanjutinya secara serius. “Pokir-pokir ini kami dapatkan melalui proses jaring aspirasi masyarakat dalam proses menelaah surat-surat masuk maupun hasil kunjungan kami ke konstituen kami masing-masing. Kami sungguh-sungguh berharap bahwa pokokir kami ini sungguh diperhatikan untuk tidak tercecer begitu saja. Pokir-pokir ini sungguh-sungguh merupakan suara rakyat,” paparnya.
Menutup sambutannya, Paulus Peos mengingatkan kembali sumpah janji yang diucapkan sebagai wakil rakyat. “Kami masih ingat janji kami bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











