Kasus Cianjur: Puluhan Siswa Diduga Keracunan
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah puluhan siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
Muhammad Reyhan, siswa MAN 1, mengatakan dirinya mulai mengalami gejala keracunan pada pukul 14.30 WIB. Sebelumnya pada pukul 12.00 WIB, dia bersama para siswa lainnya mengonsumsi nasi dengan lauk dari program MBG.
“Tadi siang sekelas makan MBG, isinya nasi dan ayam potong seperti ayam suwir. Setelah itu, sekitar jam setengah tiga mulai pusing, mata juga kunang-kunang. Saya kan pulang, begitu sampai rumah langsung muntah,” kata Reyhan, Senin (21/4/2025).
Menurut siswa kelas 10 itu, ayam suwir tersebut berbau, namun para siswa tetap memakannya. Dia menegaskan jika setelah makan siang, para siswa tidak mengkonsumsi apapun.
“Sedikit berbau, seperti asam begitu. Tapi tetap dimakan karena dikiranya bumbunya begitu,” jelasnya
Menanggapi insiden tersebut, BGN telah mengirimkan sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar dalam waktu maksimal sepuluh hari.
“Kami sedang menunggu hasil dari sampel yang sudah dikirimkan dan akan memperbarui informasi segera setelah hasil keluar,” ujar Dadan.
Ia menyampaikan empati atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas utama pemerintah dalam pelaksanaan program MBG.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











