Ketika Kapal Perang Jadi RS Terapung di Labuan Bajo, Mahfud MD Apresiasi

Tersedia pula dua unit speedboat jenis Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) untuk kebutuhan penanganan medis cepat. Letaknya tepat berada di bawah dek helipad. Speedboat jenis ini memiliki lambung keras dan bukan terbuat dari karet serta dapat melaju hingga kecepatan 45 knot per jam.

Sekilas KRI dr. Wahidin

TNI AL sendiri memiliki tiga unit kapal perang bertipe KBRS, yakni KRI dr. Soeharso 990, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992. Sebagai sebuah KBRS, ketiga kapal perang tersebut memiliki tanda khusus, yakni logo palang merah berukuran sangat besar pada sisi kiri-kanan, depan-belakang, dan dua dek terbuka di belakang dan lantai teratas kapal.

Dimensi KBRS dr. Wahidin Sudirohusodo yakni panjang 124 meter dan lebar 21,8 meter dan berat penuh saat di air (displacement) 7.290 ton. Kapal mampu melaju dengan kecepatan maksimal 18 knot per jam dan kecepatan jelajah sebesar 14 knot. Kapal BRS ini merupakan pengembangan dari tipe Landing Platform Dock (LPD). Ia juga sanggup berlayar tanpa henti selama 30 hari atau sejauh 10 ribu mil laut. Kemampuan angkutnya adalah sebanyak 643 personel termasuk membawa 159 pasien.

Sebagai sebuah kapal perang dan yang luncurkan pada 7 Januari 2021, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 merupakan pendukung operasi militer perang (OMP). Pada masa damai dapat berfungsi untuk membantu operasi militer selain perang (OMSP) seperti membantu tugas operasi penanggulangan bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Juga dapat melibatkannya dalam tugas membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (SAR).

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses