Ketangguhan Itu Ditanam: Bertani Tanpa Menunggu Musim di Wari Keo

Getris bukan satu-satunya contoh. Di Wari Keo, peserta juga menjumpai petani berusia 70-an tahun yang masih produktif bekerja di kebun. Fakta ini menegaskan bahwa usia bukan penghalang utama dalam bertani. Produktivitas ditentukan oleh kemauan, disiplin, dan konsistensi.

Angka yang Bicara

Venan, salah satu peserta lejong belajar, mencatat perbedaan mencolok antara Wari Keo dan banyak kampung di Manggarai. Petani di sini menanam hingga tiga kali setahun dan tidak terlalu menggantungkan diri pada musim.

“Setiap hari orang butuh uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu petani setempat.

Pada lahan Getris seluas sekitar setengah hektar, sekali tanam kol terdapat sekitar 2.000–3.000 pohon. Dalam setahun, produksi dapat mencapai sekitar 9.000 buah kol dengan nilai sekitar 80-an juta rupiah. Pendapatan tersebut belum termasuk hasil dari wortel dan petsai yang juga ditanam dalam satu lahan. Struktur tanah vulkanis membuat kualitas sayuran baik dengan penggunaan pupuk kimia yang relatif rendah.

Air sebagai Risiko Usaha

Soal air—alasan yang paling sering dikemukakan petani di Manggarai—petani Wari Keo memilih bersikap realistis. Dalam satu musim tanam, ketika masih ada hari hujan, mereka membeli air sekitar empat kali. Satu fiber berisi 5.000 liter seharga Rp130.000, sehingga total biaya air sekitar Rp520.000 per musim tanam. Biaya ini dipandang sebagai bagian dari perhitungan usaha, bukan beban yang melumpuhkan.

Getris mengakui bahwa pada musim kemarau biaya air jauh lebih besar. “Kalau musim kering, tentu biaya air naik. Bisa lebih sering beli dan lebih mahal,” ujarnya. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti menanam. “Kalau kita berhenti karena takut biaya, justru kita tidak punya apa-apa. Air mahal itu risiko usaha, sama seperti harga turun atau hama,” tambahnya.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses