Tag: Hortikultura

  • Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong

    Manggarai, infopertama.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mempertegas perannya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat di sektor pangan.

    Program budidaya hortikultura yang dijalankan di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok menjadi bagian dari strategi PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

    Salah seorang penerima manfaat, Sakarias, mengungkapkan bahwa program budidaya hortikultura tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, tidak hanya pada tahap pengolahan lahan, tetapi juga hingga pemasaran hasil panen.

    Selain memberikan bantuan sarana produksi, PLN juga menghadirkan pendamping yang secara konsisten memantau kegiatan kelompok tani, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

    Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Karolus, menyebutkan bahwa jenis tanaman sayur seperti fanbox dan pakcoy menjadi komoditas yang paling menguntungkan dengan masa panen yang relatif singkat.

    Menurutnya, kedua jenis tanaman tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak penanaman hingga siap dipanen dan dipasarkan.

    “Panen pertama saya sebanyak 500 pohon fanbox dengan harga jual Rp6.000 per pohon, sehingga memperoleh Rp3 juta. Dari pakcoy, saya juga mendapatkan sekitar Rp2 juta dalam satu bulan,” ujar Karolus.

    Dari hasil penjualan pertama tersebut, kelompok tani mampu meraup pendapatan sebesar Rp5 juta, belum termasuk kontribusi dari komoditas lain seperti mentimun dan tomat.

    Laman: 1 2

  • Pertengahan Semester 2026, Area Sekitar Stadion Bakal Jadi Kebun Hortikultura

    Pertengahan Semester 2026, Area Sekitar Stadion Bakal Jadi Kebun Hortikultura

    Ruteng, infopertama.com – Optimalisasi Pemanfaatan Stadion Golo Dukal pada sektor pertanian akan dimanfaatkan untuk kebun Hortikultura yang akan dikelola langsung oleh Dinas Pertanian kabupaten Manggarai.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, SH menjelaskan bahwa Stadion dan area sekitarnya selama ini jarang difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan fungsinya.

    Sementara di sisi lain, Stadion tetap butuh perawatan. Agar tidak terus-menerus jadi mubasir, Pemkab Manggarai dalam hal ini Dinas Pertanian akan memanfaatkannya untuk menjadi lahan produktif dengan jadikan area sekitar sebagai kebun Hortikultura.

    Menurut Kadis Ferdy Ampur, kebutuhan akan sayur mayur di Manggarai sangat tinggi, apalagi untuk kebutuhan di dapur-dapur MBG yang semakin banyak jumlahnya.

    Sebab, kata dia selama ini suplai sayur-sayuran di Manggarai masih tergantung pada kabupaten-kabupaten Tetangga. Sehingga, Pemkab Manggarai terdorong untuk menjadi contoh, tidak sebatas mendampingi kelompok-kelompok tani untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pasar dan MBG.

    Ditanyai soal rencana pelaksanaan pemanfaatan area sekitar jadi kebun Hortikultura, Ampur perkirakan dimulai antara Juni-Juli mulai pengolahan lahan.

    “Juni atau Juli nanti sudah mulai penggarapan lahannya dan akan lakukan penanaman sekitar September. Sehingga, diperkirakan penghujung tahun atau awal tahun depan sudah bisa panen.” Ujar Ferdy Ampur yang ditemui di Stadion Golo Dukal usai bersih-bersih bersama seluruh ASN dan Non-ASN lingkup Pemda Manggarai, Jumat, 13 Maret 2026.

  • Sekolah Lapang Program TEKAD di Desa Golo Lambo, Kelompok Tani Antusias Kembangkan Hortikultura Organik

    Sekolah Lapang Program TEKAD di Desa Golo Lambo, Kelompok Tani Antusias Kembangkan Hortikultura Organik

    Ruteng, infopertama.com – Kegiatan sekolah lapang yang difasilitasi melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani di Kabupaten Manggarai. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Pengelola Bersama (KPB) Desa Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese, pada Selasa, 3 Maret 2026.

    Sebanyak 15 orang anggota kelompok penerima bantuan dana demplot sebesar Rp100.000.000 terlihat antusias mengikuti kegiatan sekolah lapang yang difokuskan pada pengembangan usaha hortikultura berbasis organik.

    Dalam kegiatan tersebut, para anggota kelompok mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan pupuk bokashi dan pupuk organik cair. Sekolah lapang ini bertujuan agar kelompok mampu mandiri dalam penyediaan pupuk serta menghasilkan komoditas hortikultura yang sehat dan sepenuhnya berbasis organik.

    Kader TEKAD Desa Golo Lambo, Yoakim, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan kelompok tersebut. Ia meyakini dengan pendampingan yang terus dilakukan, kelompok mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas.

    “Dengan semangat dan kekompakan anggota kelompok, saya yakin mereka dapat menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Fasilitator Kabupaten (Faskab) Pengembangan Ekonomi Program TEKAD, Maria Agustina Maro, menjelaskan bahwa kegiatan sekolah lapang merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas kelompok penerima manfaat program.

    “Pendampingan akan terus diberikan kepada kelompok agar tujuan pelaksanaan program benar-benar tercapai, yakni meningkatkan kesejahteraan petani di desa,” jelasnya.

    Laman: 1 2

  • Ketangguhan Itu Ditanam: Bertani Tanpa Menunggu Musim di Wari Keo

    Ketangguhan Itu Ditanam: Bertani Tanpa Menunggu Musim di Wari Keo

    infopertama.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo dan meningkatnya kebutuhan pangan, ironisnya sebagian besar sayuran di Manggarai masih didatangkan dari luar daerah. Padahal, di Wari Keo, Bajawa, sekelompok petani telah lama membuktikan bahwa keterbatasan alam bukan alasan untuk tidak menjadikan pertanian sebagai bisnis yang menghidupi.

    Kesadaran inilah yang ingin dipelajari tujuh petani muda dari Komunitas Agribisnis Muda Lako Cama saat menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Ruteng menuju Wari Keo, Selasa, 16 Desember 2025. Langit mendung, hujan lebat, kabut tebal, dan suhu dingin sekitar 18 derajat Celsius mengiringi perjalanan tersebut. Kondisi itu bukan sekadar tantangan fisik, tetapi juga metafora bahwa agribisnis, seperti hidup, jarang dimulai dalam situasi ideal.

    Kunjungan belajar ini difasilitasi oleh Proyek Kerja Sama AYO Indonesia bersama MissioProkur SVD Steihausen, Swiss. Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk mempelajari teknik budidaya sayuran, tetapi untuk menggugat alasan-alasan klasik yang kerap digunakan petani di Manggarai—keterbatasan air, musim hujan, dan cuaca—sebagai pembenaran untuk tidak menanam secara serius.

    Bertani Tanpa Menunggu Kondisi Ideal

    Di Wari Keo, para peserta bertemu Getris, petani sayuran asal Beamuring, Manggarai Timur. Selama 13 tahun terakhir, bersama suaminya, ia mengelola sekitar setengah hektar lahan sebagai sumber utama ekonomi keluarga. Prinsipnya sederhana namun tegas: tanah harus menghasilkan.

    Keputusan menekuni agribisnis sayuran diambil dengan pertimbangan rasional. Lahan tersedia, pasar terbuka, dan jaringan pemasaran dengan pedagang sayur di Wari Keo telah terbangun. Manggarai dan Labuan Bajo menjadi tujuan utama penjualan, wilayah dengan kebutuhan sayuran yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pariwisata.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • BUMDes Bangka Kenda Budidayakan Hortikultura untuk Produksi Bubuk Cabai dan Saus Tomat

    BUMDes Bangka Kenda Budidayakan Hortikultura untuk Produksi Bubuk Cabai dan Saus Tomat

    Ruteng, infopertama.com – Hamparan lahan di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai dipenuhi deretan tanaman cabai keriting dan tomat yang tumbuh subur.

    Di lahan inilah BUMDes Bangka Kenda menggagas langkah nyata membangun ekonomi desa lewat budidaya hortikultura yang tidak sekadar bertumpu pada hasil panen, tapi juga inovasi pascapanen.

    Di atas lahan seluas 11 x 150 meter, BUMDes bersama 15 kelompok tani setempat mulai menanam cabai keriting sejak November 2025.

    Jika tidak terkendala cuaca, tanaman tersebut diperkirakan mulai panen pada Maret hingga April 2026.

    Budidaya tanaman ini memanfaatkan dana demplot senilai Rp100 juta serta dana Rumah Inovasi Teknologi Desa sebesar Rp400 juta yang bersumber dari Kementerian Desa.

    Melalui program tersebut, BUMDes tidak hanya menargetkan panen hasil pertanian, tetapi juga pengolahan pascapanen menjadi produk bubuk cabai dan saus tomat.

    Kepala Desa Bangka Kenda, Yustina Yasinta, menegaskan komitmen kuat pemerintah desa dengan menjadikan sektor hortikultura sebagai fondasi kemandirian ekonomi masyarakat di desanya.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi 20 persen dana ketahanan pangan desa yang dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan budidaya cabai dan tomat.

    Tidak hanya berhenti pada tahap budidaya, pemerintah desa juga tengah memproses pembangunan Rumah Inovasi dan Teknologi Desa di atas lahan berukuran 5 x 8 meter.

    Fasilitas ini direncanakan sebagai pusat pengolahan, produksi, dan pemasaran hasil tanaman cabai dan tomat yang akan diolah menjadi bubuk cabai dan saus tomat.

    Laman: 1 2 3

  • Desa Golo Pua Kuwus Sukses Kembangkan Usaha Komoditi Pertanian Hortikultura

    Labuan Bajo, infopertama.com – Desa Golo Pua, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi NTT, sukses mengembangkan usaha komoditas pertanian hortikultura.

    Usaha ini, dikelola di atas lahan sawah tadah hujan seluas 2 hektar dengan menggunakan Sistem Irigasi Tetes dan berbahan pupuk organik.

    Penggunaan Sistem Irigasi Tetes dan bahan pupuk organik ini, adalah langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian di Desa Golo Pua. Sistem ini, memungkinkan penggunaan air yang efisien, mengurangi kehilangan air dan memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang tepat.

    Pola ini telah berhasil mengubah lanskap pertanian lokal, membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas panenan yang baik.

    Selain itu, penggunaan bahan pupuk organik diyakini dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

    Sampai dengan akhir Maret 2024, total produksi untuk semua jenis sayuran yang ditanam sudah mencapai 4 ton dengan jumlah produksi Cabe mencapai 2 ton lebih.

    Kepala Desa Golo Pua, Yohanes Krisos Tomus Ben Suhardi, kepada infopertama.com mengatakan, kesuksesan usaha ini, berkat kerjasama Pemerintah Desa Golo Pua dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia Manggarai Barat Community Development Project (CDP), juga Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani di desa itu.

    Ia mengatakan, dukungan dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia, baik dalam bentuk pendanaan maupun pengetahuan teknis, telah memungkinkan para petani untuk mengadopsi praktik-praktik pertanian modern yang lebih berkelanjutan.

    Laman: 1 2 3

  • Prodi Peternakan dan Agronomi UNIKA Ruteng Gelar Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati di desa Sita

    Borong, infopertama.com – Program studi Peternakan dan Agronomi UNIKA Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan dua kegiatan terintegrasi yakni stimulasi peningkatan gizi keluarga dan pelatihan pembuatan Pestisida Nabati di desa Sita kec. Rana Mese kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (24/2/2024)

    Kegiatan itu terlaksana berkat kerjasama antara yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) dengan Unika Santu Paulus Ruteng.

    Prodi Peternakan dan Agronomi merupakan tim pelaksana lapangan yang menyelenggarakan kegiatan.

    Marlinda Mulu, S.Si., M.Pd., salah satu pelaksana kegiatan mengatakan kepada media ini bahwa kegiatan itu dilaksanakan sebagai upayah pencegahan terhadap stunting.

    “Langakah pencegahan stunting yang kita lakukan berupa pembagian Ayam kampung petelur, pembagian benih hortikultura, dan pelatihan pembuatan pestisida nabati,” kata Marlinda.

    Marlinda berharap agar para petani dalam hal ini orang tua dengan anak stunting dapat membudidayakan benih tersebut sehingga menjadi sumber pangan keluarga.

    Dia juga mengatakan bahwa selain pembagian benih, para petani atau orang tua juga dibekali dengan pelatihan pembuatan pestisida nabati.

    Sedangkan Devi Liana, S.P., M.Si, secara terpisah ditemui media ini mengatakan bahwa untuk menghasilkan pestisida nabati tidak perlu membeli atau susah mencarinya.

    “Pestisida nabati itu bersumber dari tumbuhan di sekitar lingkungan yang mudah diperoleh seperti daun pepaya dan bawang putih. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan tersebut dapat mencegah hama yang menyerang tanaman hortikultura seperti hama ulat gerakan dan kutu putih,” kata Devi.

    Laman: 1 2