Selain dihadiri oleh Dekan FIKes, acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala prodi D-III Kebidanan serta Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Manggarai. Para hadirin dari IBI memberikan dukungan dan semangat kepada para lulusan, menjadikan momen tersebut semakin berkesan.
Makna Hakiki Sumpah Bidan
Kepala prodi Kebidanan Unika Ruteng, Silfia Angela Norce Halu S.ST, MPH dalam sambutannya menegaskan makna hakiki sumpah bidan.
“Sumpah bidan merupakan ikrar yang diucapkan seorang bidan sebagai wujud kesungguhan dan tangung jawab sebagai tenaga kesehatan. Dalam sumpah itu terkandung makna bahwa seorang bidan memiliki tekad dan niat yang kuat dalam bertugas sambal membentengi diiri dari perbuatan tercela dan taat pada aturan, moralitas, dan etika” tegasnya.
Lebih lanjutnya Ibu Oce, demikian ia biasa disapa menjelaskan tema yang diangkat dalam sumpah bidan kali ini.
“Tema sumpah bidan kali ini adalah menjadi bidan yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter. Bidan yang transformatif berarti ia selalu melaksanakan pelayanan berbasis data dan inovasi, bukan mitos. Bidan yang kolaboratif artinya bidan harus bisa bekerja sama dengan tenaga Kesehatan lain dalam melaksanakan tugasnya. Dan, bidan yang berkarakter berarti bidan yang bekerja secara professional, etis dan humanis,” urainya.
Pengambilan sumpah bidan juga disaksikan rohaniwan Katolik, RP. Raymundus Beda, SVD, menambah nuansa keagamaan dan kekhidmatan dalam acara tersebut.
Para lulusan D-III Kebidanan, FIKes Unika Santu Paulus Ruteng, diharapkan akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi di wilayah mereka.
Dengan semangat sumpah bidan yang telah diucapkan, mereka siap menghadapi tantangan dan tanggung jawab besar dalam profesi bidan. Semoga kesuksesan dan keberkahan selalu menyertai langkah mereka dalam berkarir di dunia kesehatan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel