“Pak Menteri, apa yang Anda lakukan untuk memperbaiki reputasi Amerika Serikat di mata dunia?” Tanya Patsy, yang mengacu pada kerusuhan massa pendukung Donald Trump yang terjadi di US Capitol.
Namun, Pompoe tidak menjawab pertanyaan Patsy. Ibu tiga anak itu kemudian kembali bertanya , “Pak Menteri, apakah Anda menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump yang kedua?”
Lagi, Pompeo tidak menggubris pertanyaan Patsy. Melalui akun Twitternya, Patsy kemudian menceritakan momen ia diabaikan oleh Pompeo.
“Diplomat top bangsa @SecPompeo mengabaikan pertanyaan saya tentang apa yang dia lakukan untuk memulihkan reputasi AS. Dan, apakah dia menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump yang kedua,” tulis Petsy.
Pembebasan Tugas Patsy Memicu Protes dari Berbagai Pihak
Pertemuan dengan Pompeo sendiri sempat menjadi kontroversi di kalangan jurnalis di AS, terutama pertemuan itu terjadi di masa pandemi. Jurnalis tidak diperbolehkan bertanya, meskipun ada pula beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada Reilly secara tertulis.
Setelah Pompeo pergi, Patsy bertanya kepada Reilly mengapa dia tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada Pompeo yang ingin diketahui jawabannya oleh orang banyak.
Namun, Reilly mengatakan bahwa Patsy tidak punya wewenang untuk bertanya dan berkata, “Anda jelas tidak tahu bagaimana harus bersikap.”
Patsy kemudian menegaskan bahwa sudah tugasnya sebagai seorang jurnalis untuk mengajukan pertanyaan. Reilly merespon bahwa sikap Patsy sudah “rusak”.
Tak lama usai insiden itu, Patsy memberi tahu Asosiasi Koresponden Gedung Putih bahwa dia tidak lagi bisa ikut dalam perjalanan Presiden Donald Trump ke Texas, di mana dia seharusnya menjadi reporter radio pool.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel