Ruteng, infopertama.com – Ketika sebagian warga mulai perlahan meninggalkan tenda pengungsian dan aktivitas kehidupan berusaha kembali normal, pekerjaan para tenaga kesehatan di Kabupaten Manggarai belum selesai. Juru Bicara Health Emergency Operations Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Andriyani Djemahu, mengungkapkan bahwa tantangan di lapangan masih sangat besar.
“Di tengah bangunan fasilitas kesehatan yang belum seluruhnya pulih, jalan yang rusak dan ancaman gempa susulan yang masih menghantui, 219 tenaga kesehatan relawan masih tercatat aktif membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 SR,” ujar Fransiskus saat memberikan keterangan.
Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi dan institusi. “Ada dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker hingga tenaga kesehatan lainnya,” tambahnya. Mereka ditempatkan di berbagai titik pelayanan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pertolongan meski sistem kesehatan sedang bekerja dalam situasi darurat.
Data Posko HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai per 2 September 2026 mencatat, dari 219 tenaga kesehatan relawan tersebut terdapat 66 dokter umum, 12 dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, 9 dokter spesialis anestesi, serta 7 dokter emergensi medik.
Selain itu terdapat 57 perawat dan 14 Ners, tiga bidan, dua apoteker serta tenaga kesehatan lainnya.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan pengobatan penyakit sehari-hari, tetapi juga penanganan kegawatdaruratan, trauma dan cedera yang membutuhkan keahlian khusus.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












